Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi , sepanjang jalan di desa tersebut dihiasi dengan kain warna-warni dan lampu kemerlip . Sebab , hak tersebut merupakan tradisi masyarakat setempat yang telah menjadi bagian dari cara menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita . Oleh karena itu , sekitar sepuluh hari menjelang Lebaran sekitar Rabu (21/3) lalu , masyarakat sudah memasang hiasan di sepanjang jalan desa . “ Pemasangan hiasan ini dilakukan secara rutin setiap tahun dan terus berkembang mengikuti tren zaman,” ujar salah seorang warga desa setempat yang juga ikut memasang hiasan , Muhammad Sanar .
Sanar , sapaan akrabnya , mengatakan bahwa pemasangan hiasan kampung tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat . Setiap orang berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka . Itu terjadi karena tradisi tersebut bukan hanya sekedar mempercantik lingkungan desa , melainkan juga mempererat rasa kebersamaan dan kekompakan . " Semua warga ikut turun tangan . Biaya yang dikeluarkan juga berasal dari iuran masyarakat , jadi ini benar-benar hasil usaha bersama ," terangnya .
Selain untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri , tradisi menghias jalan tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari perayaan hari K upatan yang jatuh tujuh hari setelah Lebaran . Kupatan sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Jawa yang identik dengan makan ketupat bersama keluarga dan tetangga sebagai simbol kebersamaan dan doa untuk keselamatan . “ Menariknya , setiap tahun hiasan dan pernak-perniknya menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin modern. Kalau di lingkup RT saya , semua sudah terpasang sejak awal bulan puasa ,” ungkapnya .
Pemasangan hiasan tersebut tidak hanya menambah keindahan desa saat malam hari , tetapi juga menciptakan suasana yang lebih semarak dan penuh kebersamaan bagi warga sekitar . “ Dengan antusiasme yang tinggi , masyarakat berharap tradisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin merasakan kemeriahan Lebaran hingga Kupatan ,” tutupnya . (mg1/ c1/ jaz)