Trenggaleknjenggelek- Trotoar di Jalan Soekarno Hatta tak lagi utuh. Mayoritas sudah rusak. Banyak paving terlepas, dinding penyangga ambrol, ataupun tutup lubang drainase hilang.
Kondisi tersebut membuat trotoar tak lagi aman dan nyaman untuk digunakan. Ini terjadi di sisi barat serta timur jalan. Kerusakan cukup parah terjadi di sekitaran kantor BPJS Ketenagakerjaan, ruko Hayam Wuruk, dan SPBU.
Di sisi barat, sejumlah penutup drainase di trotoar tersebut sudah tidak utuh. Padahal, penutup sudah dibuat kokoh yang berbaha cor semen. Lantaran sudah tak lagi utuh bahkan hilang, menyisakan lubang yang tentunya membahayakan bagi warga yang menggunakan trotoar tersebut.
Bukan hanya itu, kondisi itu juga membuat air yang mengalir di bawah trotoar terlihat jelas. Memang, di bawah trotoar tersebut digunakan untuk saluran air.
Informasi yang berhasil dihimpun trenggaleknjenggelek.jawapos.com di lapangan, rusaknya trotoar di Jalan Soakerno Hatta bukanlah ulah tangan manusia. Namun lantaran bencana. Ya, Jalan Soekarno Hatta yang menjadi jalur utama menuju pusat kota Trenggalek itu kerap dilanda banjir. Yakni imbas meluapnya sungai Ngasinan yang melintas di jalan tersebut.
Kuatnya arus banjir yang terjadi beberapa tahun lalu, membuat trotoar rusak. Dinding penahan ambrol, paving hanyut, penutup drinase pecah, dan kerusakan lainnya.
Baca Juga: Fenomena Velocity di Kalangan Gen Z: Editan Makin Estetik, FYP Makin Asik!
“Memang karena banjir yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Banjir juga berulang, termasuk belum lama ini. Penyebabnya sama, meluapnya air sungai Ngasinan,” ungkap Siswandi, salah seorang warga.
Penyebab lain, yakni akar pohon. Kuatnya akar pohon yang ditanam sepanjang trotoar, membuat trotoar tak lagi rata. Pasing dan penyangga sisi trotoar terangkat, bahkan retak.
“Pohon itu untuk peneduh, tapi ternyata akarnya memang kuat seiring pertumbuhan pohon, sampai akhirnya berdampak ke trotoar ini,” kata Nidhom, warga setempat. (wen)