Trenggalekjenggelek- Ketupat menjadi salah satu menu wajib dalam momen lebaran. Di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, ada momen khusus untuk ketupat. Yakni dalam tradisi kupatan atau lebaran ketupat. Ini dilaksanakan pada H+7 lebaran atau lebaran ke-7.
Dalam hari bahagia itu, hampir setiap warga Kecamatan Durenan membuat ketupat untuk para tamu yang berkunjung. Ketupat umumnya disajikan dengan lauk opor ayam, ataupun lodho ayam.
Nah, jika anda bosan dengan menu tersebut, ketupat ternyata juga bisa dikombinasikan dengan lauk lainnya. Salah satunya dengan sayur lodeh.
Seperti dilakukan Kustiyah. Ibu empat anak ini membuat ketupat setiap momen Idul Fitri. Ketupat juga disajikan secara prasmanan di rumahnya. Dengan begitu, para saudara ataupun tamu yang berkunjung bisa langsung menikmati.
“Memang kalau pakai opor ayam, ataupun lodho ayam kadang bosan. Jadi harus bisa membuat menu lain, walaupun yang utama itu ketupat,” ungkapnya.
Dia mengaku membuat sayur lodeh untuk teman ketupat dalam sajian satu piring. Sayur lodeh dibuat dengan isian pepaya muda, dan kacang lotho. Tidak lupa ditambah cabai untuk menggugah selera pedas.
“Tingkat pedasnya bisa disesuaikan. Kebetulan yang saya buat memang tidak terlalu pedas. Namun pakai bumbu rempah dan santan yang cukup banyak agar lebih gurih,” katanya.
Sebagai pamungkas rasa agar lebih nikmat, lanjut wanita berhijab itu, yang dengan bubuk kedelai. Bubuk kedelai dibuat dari kedelai pilihan yang sudah dihaluskan bersama beberapa rempah, dan bawang.
Untuk penyajiannya, iris ketupat menjadi beberapa bagian sesuai selera. Siram dengan sayur lodeh, lalu tambahkan bubuk kedelai secara merata. Sebagai lauk, bisa ditambah telur rebus, ataupun lainnya. “Bubuk kedelai ini jadi topingnya,” katanya.
Kombinasi ketupat, sayur lodeh, dan bubuk kedelai klop di mulut sejak suapan pertama. Nikmatnya membuat terbuai. Kenyalnya tektur ketupat, ditambah gurihnya sayur lodeh dan bubuk kedelai, ampuh menggoyang lidah. Tidak perlu ragu menaburkan bubuk kedelai. Sebab, bisa membuat kuah sayur lodeh menjadi kental. (wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa