Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kambing PE Dongko: Ketika Silaturahmi, Ekonomi, dan Kualitas Ternak Bertemu di Satu Kandang

Mahsun Nidhom • Senin, 7 April 2025 | 13:00 WIB
KAMBING BERKELAS: Dua kambing PE  dengan postur elegan dan telinga panjang khas, bukti bahwa peternakan bukan sekadar rutinitas, tapi investasi masa depan.
KAMBING BERKELAS: Dua kambing PE dengan postur elegan dan telinga panjang khas, bukti bahwa peternakan bukan sekadar rutinitas, tapi investasi masa depan.

Radarjenggelek - Di tengah perbukitan Trenggalek yang asri, tepatnya di Kecamatan Dongko, sebuah gelaran tak biasa menjadi magnet bagi ratusan pasang mata—dan tentu saja, ratusan ekor kambing.

Pada 22 September 2024 lalu, Latihan Bersama Kambing Peranakan Etawa (PE) Ras Kaligesing sukses digelar dengan peserta yang membludak dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Namun, kontes ini bukan sekadar adu tanduk dan bentuk telinga. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi lintas wilayah, sekaligus laboratorium sosial bagi peternakan rakyat yang selama ini dianggap sektor pinggiran.

Siapa sangka, dari kambinglah potensi ekonomi lokal bisa bangkit dan dipetakan lebih konkret?

Bukan Sekadar Gagah-gagahan

Kontes PE ras Kaligesing ini membawa aura yang khas. Para peternak tak hanya membawa ternak terbaiknya, tapi juga membawa cerita, pengalaman, dan semangat belajar bersama.

“kontes ini menjadi ajang untuk saling mengukur, sejauh mana kualitas kambing kita dibandingkan dengan daerah lain. Ini penting untuk perbaikan ke depan.” ungkap salah satu panitia.

Dalam dunia peternakan, mengenali kualitas hewan ternak adalah langkah pertama untuk peningkatan produksi.

Kambing Kaligesing sendiri dikenal dengan postur besar, daun telinga panjang, dan profil tubuh elegan yang jadi incaran pasar kambing perah maupun kontes. Lewat ajang seperti ini, peternak jadi tahu kambing seperti apa yang unggul, dan siapa yang memilikinya.

Ternak Bertumbuh, Ekonomi Ikut Melejit

Meski awalnya hanya bernuansa silaturahmi, latihan ini ternyata berdampak besar pada geliat ekonomi peternak lokal. Semangat untuk memperbaiki genetik ternak meningkat.

Tak sedikit peserta yang menjadikan ajang ini sebagai ajang barter informasi genetik, bahkan perjanjian jual beli jangka panjang.

Lebih jauh, Pendampingan intensif dalam manajemen pakan, reproduksi, dan pemasaran mulai diarahkan untuk memperkuat posisi peternak agar tidak sekadar jadi penonton di pasar ternak modern. 

Baca Juga: Pembayaran Zakat Melalui Online, Sah atau Tidak?

Merajut Masa Depan dari Kandang

Satu hal yang terasa dari ajang ini, lahir ekosistem pengetahuan dan jejaring antar peternak.

Di saat sebagian sektor ekonomi menggantungkan diri pada digitalisasi, dunia peternakan justru menunjukkan bahwa sentuhan langsung, tatap muka, dan tukar cerita di bawah pohon tetap relevan dan produktif.

Maka jangan heran jika kontes kambing ini tidak hanya ditunggu karena kambingnya, tapi juga karena kopi dan obrolannya. Seolah-olah setiap suara embikan membawa harapan bahwa desa bisa mandiri, bahwa kambing bisa jadi solusi.

Dari Dongko untuk Negeri, dari Kambing untuk Ekonomi

Ini bukan akhir, melainkan awal dari kesadaran baru bahwa kualitas kambing bukan urusan estetika semata, tapi juga soal ekonomi, martabat, dan masa depan desa.

Ketika peternak sadar bahwa genetik, manajemen, dan silaturahmi adalah kunci, maka kandang bukan lagi tempat rutin memberi pakan - tapi panggung kemajuan.

Editor : Mahsun Nidhom
#ternak kambing #kontes #Etawa #kaligesing #kambing