Trenggaleknjenggelek - Program bus arus balik gratis Lebaran 2025 yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Tercatat ada 400 pemudik yang mendaftarkan diri untuk memanfaatkan fasilitas ini untuk perjalanan dari Trenggalek menuju Surabaya.
Kendati demikian, dari 400 pendaftar yang sudah dicatat oleh Dishub Trenggalek, tiga diantaranya mengundurkan diri sehingga total penumpang menjadi 397 penumpang yang berangkat.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Nata Negara, menyampaikan bahwa program balik gratis ini menyediakan total delapan unit bus.
Rinciannya, enam armada disediakan langsung oleh Dishub Trenggalek, sementara dua lainnya berasal dari dukungan perusahaan swasta.
"Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi, kuota sudah terpenuhi bahkan sebelum jadwal keberangkatan. Jadi manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Mas Syah itu menegaskan bahwa seluruh layanan bus balik ini sepenuhnya gratis.
Ia mengaku telah meninjau langsung proses di lapangan dan memastikan tidak ada pungutan biaya apa pun kepada para penumpang.
"Sudah kami cek, tidak ada tarikan biaya. Jadi masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Mas Syah juga memastikan bahwa semua armada yang digunakan dalam program ini telah memenuhi standar kelaikan jalan.
Menurutnya, Dishub Trenggalek secara rutin melakukan inspeksi terhadap kendaraan umum yang beroperasi di wilayahnya.
"Kalau pengawalan, kami juga siapkan dari Dishub, dan aparat kepolisian juga turun tangan agar memastikan seluruh penumpang sampai ke tujuan dengan selamat," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Trenggalek, Budi Supriyanto menjelaskan bahwa antusias masyarakat untuk mengikuti program ini juga tinggi.
Sangking tingginya minat masyarakat, pihaknya sampai menolak 20 pendaftar lantaran kapasitas sudah terpenuhi.
"Sama seperti tahun lalu, tahun ini ada 20 penumpang yang mendaftar tapi tidak bisa karena kuota sudah penuh," terangnya.
Saat disinggung mengenai jumlah armada yang akan digunakan pada tahun berikutnya, pihaknya masih akan mengajukan jumlah yang sama.
"Kami juga harus menyesuaikan anggaran. Tapi setiap tahun kami mengajukan dengan jumlah yang sama," tuturnya. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri