Trenggaleknjenggelek - Lebaran Ketupat menjadi momen yang membahagiakan bagi masyarakat Trenggalek.
Hal ini lantaran masyarakat akan membuka rumah mereka untuk saling bersilaturahmi sembari menyantap ketupat.
Kendati demikian, ada potensi ulah oknum yang menganggap keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menyalakan petasan dan balon udara saat lebaran ketupat.
Buktinya, pihak Polsek Durenan berhasil mengamankan puluhan balon udara dan petasan saat momen perayaan lebaran ketupat.
"Total ada 65 butir petasan dan 20 balon udara yang berhasil diamankan saat operasi pukul 05.00 tadi," jelas Kapolsek Durenan, AKP Sunawir.
Salah satu petasan yang diamankan Polsek Durenan cukup menarik perhatian, hal ini karena ukurannya yang memiliki panjang 30 sentimeter dan diameter 20 sentimeter.
"Untuk balon udara yang paling besar berukuran 15 sentimeter dan sudah siap terbang, beruntung masih bisa kami gagalkan," terangnya.
Pihaknya mengaku melakukan patroli saat pagi hari sebelum momentum perayaan lebaran ketupat di Kecamatan Durenan berlangsung.
"Kami mengamankan petasan dan balon udara dari beberapa wilayah, yaitu Desa Durenan, Desa Gador, dan Desa Malasan," paparnya.
Sementara itu, dirinya menyampaikan bahwa pihak yang bersangkutan dengan petasan dan balon udara tersebut melarikan diri saat didatangi pihak kepolisian.
"Saat ini satreskrim masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari pihak terkait pembuatan petasan dan balon udara," tuturnya.
Meskipun demikian, dirinya menjelaskan bahwa jumlah petasan dan balon udara yang diamankan kali ini lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya.
"Tahun ini sudah mulai berkurang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bisa dilihat tidak adanya balon udara yang diterbangkan saat perayaan lebaran ketupat," tandasnya. (kho)