Trenggaleknjenggelek– Memasuki H+10 lebaran 2025 Rabu (9/4/2025), kepadatan arus lalu lintas di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Jalanan yang sebelumnya dipadati kendaraan pemudik kini mulai kembali normal, didominasi oleh pergerakan kendaraan lokal.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, S.H., mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan di pos pelayanan dan pengamanan lebaran, tren arus balik sudah melewati puncaknya dan kini mulai menurun tajam.
“Arus lalu lintas sudah jauh berkurang. Didominasi pergerakan lokal,” jelasnya.
Baca Juga: Makna Tradisi Kupatan di Trenggalek Simbol Syukur dan Kebersamaan
Penurunan ini seiring dengan berakhirnya masa libur sekolah serta dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan dunia usaha. Banyak pemudik memilih untuk kembali lebih awal, terutama setelah puncak arus balik yang terjadi pada Senin, 7 April 2025, bertepatan dengan tradisi lebaran kupatan.
AKP Agus menambahkan, secara keseluruhan Operasi Ketupat Semeru 2025 di wilayah Trenggalek berjalan lancar dan aman tanpa kendala berarti. Tidak ditemukan kemacetan panjang atau gangguan lalu lintas yang signifikan selama masa arus mudik maupun balik.
“Hari ini adalah hari terakhir Operasi Ketupat Semeru 2025. Alhamdulillah situasi aman dan kondusif. Strategi pelayanan kita terhadap pemudik berjalan dengan baik,” katanya.
Meski operasi telah berakhir, upaya menjaga ketertiban lalu lintas tetap dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) mulai 9 hingga 15 April 2025. Kegiatan ini mencakup pendekatan preemtif, preventif, dan represif untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan.
Baca Juga: Tradisi Pawai Ketupat Terancam Batal Efisiensi Anggaran Jadi Kendala
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi dalam menciptakan suasana lebaran yang aman dan tertib di Trenggalek,” pungkasnya.(jaz)