Trenggaleknjenggelek - Produksi ikan tangkap di Kabupaten Trenggalek menunjukkan angka yang signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Dinas Perikanan, Kecamatan Watulimo menjadi kontributor terbesar terhadap total produksi, baik dari segi volume maupun nilai ekonomi.
Watulimo mencatatkan produksi ikan jenis tongkol sebesar 4.296,56 ton dengan nilai mencapai Rp 36,108 miliar. Untuk jenis tuna, volume produksi mencapai 143,69, udang dan lobster juga memberikan kontribusi besar dari wilayah ini, masing-masing sebesar 2.000 ton dan 0,95 ton. “Sedangkan total produksi jenis ikan lainnya, seperti ikan teri, kembung, layur, bisa mencapai 15.093,84 ton,” ujar Kepala Dinas Perikanan Cusi Kurniawati.
Pihaknya menambahkan, Kecamatan Munjungan mencatatkan produksi tongkol sebanyak 463,07 ton dengan nilai Rp 4,562 miliar, serta jenis lainnya sebanyak 751,02 ton dengan nilai Rp 9,59 miliar. Kecamatan Panggul juga menunjukkan kontribusi, terutama dari produksi tongkol sebesar 56,80 ton dengan nilai Rp 575,92 juta, serta lobster dan lainnya yang total nilainya mencapai lebih dari Rp 4,4 miliar. “Ikan tongkol mendominasi tangkapan laut, biasanya karena cuaca yang mendukung serta musim migrasi yang membuat produksi tongkol membludak,” terangnya.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa sektor perikanan tangkap di Trenggalek masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Dengan potensi laut yang melimpah dan keberagaman jenis hasil tangkapan, Trenggalek memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan sektor kelautan dan perikanannya. “Kami terus melakukan upaya pembinaan nelayan, peningkatan sarana prasarana pelabuhan, serta pengembangan pasar hasil laut menjadi prioritas. Sebab, Kecamatan-kecamatan ini unggul dalam produksi ikan karena punya akses langsung ke laut, fasilitas pelabuhan, budaya nelayan yang kuat, dan sumber daya laut yang melimpah,” tandasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah