Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Luas Lahan Baku Sawah Trenggalek Bertambah 12.234 Hektare

Wanda Asmah Khoiriyah • Sabtu, 12 April 2025 | 05:10 WIB
Petani sedang memanen padi di hamparan sawah yang menguning guna untuk dijual
Petani sedang memanen padi di hamparan sawah yang menguning guna untuk dijual

Trenggaleknjenggelek – Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek mencatat adanya peningkatan signifikan dalam luas lahan baku sawah (LBS) pada 2024. Berdasarkan data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), total luas sawah di Trenggalek mencapai 12.234 hektare.

Peningkatan ini merupakan hasil dari pembaruan data yang dilakukan secara berkala setiap lima tahun oleh Kementerian ATR/BPN. Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana, dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Dina Septariasari, mengungkapkan bahwa pertambahan luasan LBS didasarkan pada pemutakhiran data nasional.

“Luas sawah yang kami terima dari pembaruan data LBS oleh kementerian pada 2024 mencapai 12.234 hektare. Sedangkan pada 2019 lalu, tercatat seluas 12.048 hektare,” ungkapnya.

Menurutnya, pertambahan luasan lahan ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adanya lahan sawah yang sebelumnya belum tercatat dalam basis data resmi serta adanya pembukaan lahan baru yang sebelumnya merupakan lahan kering atau tegalan, dan kini telah dialihfungsikan menjadi area persawahan.

Dina menambahkan, pihaknya terus berupaya mempertahankan eksistensi lahan pertanian di tengah dinamika penggunaan lahan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dengan kebijakan ini, diharapkan lahan produktif yang ditanami pangan dapat terus dipertahankan dan dijaga agar tidak beralih fungsi menjadi peruntukan non-pertanian.

“Upaya menjaga dan mempertahankan lahan sawah ini juga menjadi bagian dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan di Trenggalek,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dina menjelaskan bahwa luas lahan sawah tidak merata di setiap kecamatan. Variasi ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pemanfaatan lahan masing-masing wilayah. "Dengan bertambahnya luasan LBS dan upaya pelestarian lahan produktif, diharapkan dapat terus meningkatkan produksi pangan lokal dan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah," tandasnya. 

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#lahan baku sawah #trenggalek #Program Strategis Kementerian ATR/BPN