Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Candi Brongkah Trenggalek: Situs Bersejarah yang Selalu Tergenang Air

Wanda Asmah Khoiriyah • Minggu, 13 April 2025 | 14:30 WIB
Seorang Pemelihara Candi, Soim sedang membersihkan struktur candi brongkah. Uniknya, candi selalu tergenangi oleh air saat musim hujan, sedangkan saat kemarau hampir tidak ada air disekitarnya.
Seorang Pemelihara Candi, Soim sedang membersihkan struktur candi brongkah. Uniknya, candi selalu tergenangi oleh air saat musim hujan, sedangkan saat kemarau hampir tidak ada air disekitarnya.

Trenggaleknjenggelek - Candi brongkah merupakan satu-satunya peninggalan candi di Trenggalek. Uniknya, situs yang ditemukan sejak 1995 tersebut selalu tergenang oleh air.

Salah seorang pemelihara candi, Soim mengungkapkan, genangan air di sekitar candi disebabkan adanya sumber mata air dari sungai. Terkadang saat musim hujan candi terendam oleh air, sedangkan saat musim kemarau hampir tidak ada air di sekelilingnya. "Memang sebelah timur ada sungai ngasinan, jadi kalau hujan lebat bisa menyebabkan banjir," ujarnya.

Soim mengaku, sungai ngasinan memang menjadi sumber mata air masyarakat setempat. Tak ayal jika penemuan candi disebabkan saat hendak membuat sumur.

Tidak hanya bangunan candi yang ditemukan, namun terdapat arca peninggalan zaman dahulu seperti patung Bethari Durga, guci serta kendi. Temuan arca tersebut saat ini tersimpan di Museum Trowulan Mojokerto. "Candi ini sudah dijadikan sebagai cagar budaya, sehingga perawatan dari saya maupun dari museum tetap dilakukan," imbuhnya.

Meski saat ini hanya terlihat dasar candi, perawatan tetap dilakukan oleh warga sekitar. Menurutnya, sepanjang candi tertutup oleh dinding serta pagar pembatas guna memberikan keamanan supaya area tersebut tetap terjaga. Terkadang, pemerintah melalui Museum Trowulan Mojokerto kerap kali berkunjung untuk mengamati candi brongkah tersebut. "Biasanya tiga sampai enam bulan sekali pihak museum datang sekedar melihat kondisi candi," terangnya.

Saat ini situs candi brongkah sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga para masyarakat diperbolehkan untuk mengunjungi candi tersebut. Kendati demikian, pengunjung yang hadir tidak selalu ramai, hanya beberapa dari pelajar yang mengunjungi candi tersebut. "Biasanya hanya sekitar dua sampai tiga pengunjung saja, bahkan tidak ada pengunjung sama sekali," ujarnya.

Pria paro baya tersebut mengatakan, para pengunjung bisa berkunjung tanpa dipungut biaya sedikit pun. Dirinya memperbolehkan siapa saja yang mengunjungi situs meski hanya penasaran atau ingin mengetahui sejarah. "Saya tidak menaksir uang kepada para wisatawan untuk melihat candi brongkah. Tujuannya supaya candi ini bisa dikenal lebih banyak masyarakat tak hanya lokal namun luar daerah," tandasnya.

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#Candi Brongkah #tergenang air #Sungai Ngasinan