Trenggaleknjenggelek- Di Kabupaten Trenggalek ada sejumlah titik strategis yang biasa menjadi magnet bagi masyarakat. Salah satunya alun-alun yang berada di pusat kota. Namun sebanarnya ada tempat lain yang bisa berfungsi serupa. Yakni titik nol kilometer Kabupaten Trenggalek.
Sayangnya, tempat tersebut justru tak banyak yang mengetahui. Bahkan relatif tidak tahu. Sebab, banyak masyarakat beranggapan titik nol kilometer di Trenggalek berada di alun-alun.
“Karena di alun-alun jadi pusat keramaian sejak zaman dulu. Jadi mungkin di sanalah titik nol kilometer Kabupaten Trenggalek itu,” ungkap Siswan, salah seorang warga Trenggalek yang juga belum mengetahui tempat titik nol kilometer Trenggalek.
Hal itu pun wajar terjadi. Pemerintah setempat memang kerap merombak kawasan alun-alun agar terlihat lebih cantik. Dengan begitu bisa menarik banyak perhatian masyarakat.
Namun ternyata, hal itu juga sedikit berimbas terhadap lokasi titik nol kilometer Kabupaten Trenggalek. Sebab, keberadannya seolah semakin terpinggirkan. Padahal, titik nol kilometer Kabupaten Trenggalek juga berada di jalan protokol. Yakni di Jalan Panglima Sudirman.
Hal itu dikuatkan dengan adanya pal atau tonggak penanda jarak. Tepatnya berada di sisi timur jalan. Pal tersebut berada di atas trotoar. Tingginya sekitar satu meter, dibuat dari cor semen sehingga benar-benar kokoh.
Sayangnya, kawasan tersebut terkesan tidak ada yang spesial. Bahkan pal penanda titik nol kilometer Kabupaten Trenggalek itu tak terawat. Warna cat memudar dan mengelupas hampir di seluruh sisi. Meski begitu, tulisan sebagai penunjuk jarak itu masih bisa dibaca cukup jelas. Tepat di salah satu sisinya, terdapat tulisan Tg.Lek 0.
“Kalau di beberapa daerah lain, titik nol kilometer disulap menjadi tempat yang cukup menarik. Ini untuk menarik masyarakat termasuk wisatawan. Mungkin kedepan Pemkab Trenggalek juga bisa melakukan itu,” harap Gigih, salah seorang warga asli Kabupaten Trenggalek. (wen)