Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mayoritas Penduduk Trenggalek Hanya Tamatan SD

Wanda Asmah Khoiriyah • Selasa, 15 April 2025 | 04:30 WIB
Mayoritas penduduk Trenggalek masih berpendidikan terakhir tamat SD atau sederajat, yakni sebanyak 237.618 jiwa atau setara dengan sekitar 31,5 persen dari total populasi.
Mayoritas penduduk Trenggalek masih berpendidikan terakhir tamat SD atau sederajat, yakni sebanyak 237.618 jiwa atau setara dengan sekitar 31,5 persen dari total populasi.

Trenggaleknjenggelek – Pemkab Trenggalek mencatat jumlah penduduk sebesar 753.810 jiwa pada 2024. Dari jumlah tersebut, maMayyoritas penduduk Trenggalek masih berpendidikan terakhir tamat SD atau sederajat, yakni sebanyak 237.618 jiwa atau setara dengan sekitar 31,5 persen dari total populasi.

Sementara itu, jumlah penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi masih sangat rendah. Hanya sekitar 4,6 pesen dari total penduduk yang menempuh pendidikan tinggi. "Sekitar 6.256 orang lulusan Diploma I/II, 4.622 orang lulusan Diploma III, 26.749 orang lulusan S1, 1.120 orang lulusan S2, dan 28 orang lulusan S3," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ririn Eko Utoyo.

Dalam kategori pendidikan menengah, sebanyak 141.502 jiwa penduduk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP atau sederajat, serta 117.446 jiwa menyelesaikan hingga tingkat SMA atau sederajat. "Kedua kelompok ini jika digabungkan mencakup lebih dari sepertiga populasi Trenggalek, menunjukkan bahwa pendidikan menengah sudah menjadi pilihan yang cukup umum bagi masyarakat," terangnya.

Ririn mengaku, data pendidikan penduduk Trenggalek bersumber dari laporan kependudukan berdasarkan ijazah terakhir yang dilaporkan. Artinya, data ini bukan hasil survei langsung, melainkan pencatatan dari dokumen resmi yang disampaikan masyarakat.

Tingginya jumlah lulusan SD bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama, kondisi nyata bahwa mayoritas penduduk memang hanya menamatkan pendidikan hingga SD, karena faktor ekonomi, akses, atau motivasi. Kedua, banyak warga yang sebenarnya sudah menempuh pendidikan lebih tinggi, namun belum memperbarui data pendidikannya ke Disdukcapil. "Dengan kondisi ini, kami berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dalam memperbarui data serta Kantor Urusan Agama (KUA) dalam hal perkawinan," tandasnya. 

Photo
Photo
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#lulusan SD #penduduk lulusan SD