Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tips Memilih Obat Tanpa Resep Dokter yang Aman Cermat Sebelum Konsumsi

Wanda Asmah Khoiriyah • Selasa, 15 April 2025 | 04:55 WIB

konsumsi obat bebas harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.
konsumsi obat bebas harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Trenggaleknjenggelek – Tidak sedikit masyarakat yang memilih membeli obat tanpa resep dokter untuk meredakan keluhan ringan saat bepergian, bekerja, atau menjalani aktivitas harian. Meski praktis, konsumsi obat bebas harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Dosen Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Esti Ambar Widyaningrum mengatakan, pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih obat bebas yang tepat, khususnya dalam situasi seperti perjalanan jauh, mudik, atau saat kondisi medis tertentu sedang dikeluhkan. Obat yang dikonsumsi tanpa pengawasan medis tetap memiliki risiko apabila tidak digunakan sesuai aturan. “Pastikan produk tersebut sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemilihan obat harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, seperti paracetamol untuk sakit kepala ringan, antasida untuk gejala asam lambung naik, atau obat batuk ekspektoran untuk meredakan batuk berdahak,” ujarnya.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan dan dosis yang tertera pada label kemasan obat. Komposisi obat harus dibaca dengan saksama agar terhindar dari reaksi alergi atau interaksi berbahaya dengan obat lain yang sedang dikonsumsi. Penggunaan obat juga sebaiknya tidak melebihi dosis yang dianjurkan, karena dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan lambung, kantuk berat, atau tekanan darah tidak stabil. “Sebagai contoh, dekstrometorfan yang umum terdapat pada obat flu dapat menyebabkan kantuk berat sehingga tidak cocok untuk orang yang akan mengemudi jarak jauh. Beberapa kandungan lain seperti efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin, dan fenil propanolamin tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh pasien dengan hipertensi, diabetes, gangguan tiroid, atau masalah irama jantung,” terangnya.

Esti menambahkan, obat tanpa resep dokter sendiri terbagi dalam dua kategori, yakni obat bebas dan obat bebas terbatas. Obat bebas ditandai dengan logo lingkaran hijau dan umumnya digunakan untuk keluhan ringan. Sementara obat bebas terbatas memiliki logo lingkaran biru serta tanda peringatan khusus, dan meski bisa dibeli tanpa resep dokter, penggunaannya tetap harus hati-hati karena termasuk obat keras yang dapat menyebabkan efek samping jika tidak digunakan dengan benar. “Penggunaan obat tanpa resep dokter memang memudahkan masyarakat dalam penanganan gejala ringan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat membahayakan tubuh. Jika setelah beberapa hari gejala tak kunjung membaik, masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#BPOM #tips memilih obat