Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hama Ulat Penggulung Daun di Trenggalek Capai 20,22 Persen

Wanda Asmah Khoiriyah • Selasa, 15 April 2025 | 18:45 WIB
Para petani sedang menyemprot tanaman padi yang sering diganggu hama, saat musim hujan hama ulat penggulung daun menjadi hama yang kerap membunuh tanaman.
Para petani sedang menyemprot tanaman padi yang sering diganggu hama, saat musim hujan hama ulat penggulung daun menjadi hama yang kerap membunuh tanaman.

Trenggaleknjenggek – Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada tanaman padi sepanjang 2024 di Kabupaten Trenggalek menunjukkan ulat penggulung daun atau hama pekuk menjadi ancaman utama bagi petani. Hama ini tercatat sebagai OPT paling dominan dengan tingkat serangan mencapai 20,22 persen.

Kasi Perizinan dan Perlindungan Pangan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Heppy Wahyu Susanti mengatakan, serangan OPT di berbagai kecamatan menunjukkan fluktuasi tiap bulannya, dengan angka tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 3,25 persen. Sedangkan, Kecamatan seperti Pule, Pogalan, dan Durenan mengalami gangguan OPT hampir sepanjang tahun, sementara Karangan dan Munjungan hanya terdampak pada bulan-bulan tertentu. "Tak hanya hama pekuk saja yang menyerang, hama Penggerek Batang (PB) berada di urutan kedua dengan 7,49 persen," terangnya.

Heppy menambahkan, data luas tanaman padi juga mengalami variasi antar waktu. Luas tanam tertinggi tercatat pada bulan Juli sebesar 7.315,5 hektare, setelah mengalami peningkatan dari 6.466 hektare pada bulan Februari. Namun, menjelang akhir tahun, luas tanam menurun hingga Desember. "Selain cuaca, hama menjadi salah satu penyebab para petani enggan menanam padi karena mengakibatkan jumlah tanaman berkurang dan mati," ujarnya.

Kecamatan Munjungan, Kampak, dan Tugu mencatatkan luas tanam padi tertinggi secara konsisten, sementara Bendungan dan Dongko berada di posisi terbawah meskipun menunjukkan tren peningkatan pada bulan-bulan tertentu. "Ketiga kecamatan secara konsisten mencatatkan luas tanam tertinggi, karena wilayah tersebut merupakan lumbung padi utama di Trenggalek dengan potensi produksi yang besar setiap musim tanam," ungkapnya.

Kondisi ini menggambarkan dinamika pertanian padi di Trenggalek yang sangat dipengaruhi oleh musim, curah hujan, serta potensi serangan hama. Oleh karena itu, perlunya peningkatan kewaspadaan dan strategi pengendalian hama yang penting untuk menjaga hasil produksi padi di wilayah ini. "Kami terus menyediakan obat pestisida secara berkelanjutan guna membantu para petani dalam mengendalikan hama dan menjaga kesuburan tanaman padi, sehingga produksi padi tetap stabil," tandasnya.

Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda
Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#hama pekuk #organisme pengganggu tanaman