Trenggaleknjenggelek – Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) kembali menyerang sektor pertanian di Kabupaten Trenggalek. Tercatat sebanyak 176 ribu hektare lahan pertanian yang tersebar di 11 kecamatan terdampak serangan hama.
Kasi Perizinan dan Perlindungan Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Heppy Wahyu Susanti mengatakan, dari total 14 kecamatan yang ada, hanya tiga kecamatan yang dilaporkan tidak terdampak, yakni Kecamatan Panggul, Watulimo, dan Pule. Sementara itu, Kecamatan Munjungan dan Karangan menjadi wilayah dengan tingkat serangan tertinggi. "Dengan masifnya OPT yang tersebar, dilakukannya Gerakan Pengendalian (Gerdal). Bagi kecamatan yang tinggi hama, aktivitas pengendalian dilakukan secara intensif," ujarnya.
Heppy menjelaskan, serangan hama yang dominan meliputi Wereng Batang Cokelat (WBC) dan hama tikus. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, mengingat kedua hama tersebut memiliki potensi besar menurunkan hasil produksi pertanian, terutama tanaman padi. “Gerdal dilakukan secara swadaya oleh kelompok petani di lapangan, sementara kebutuhan obat-obatan dan sarana pendukung diberikan dari Dinas terkait," terangnya.
Dalam pelaksanaan Gerdal, obat yang diberikan tidak hanya membagikan pestisida kimia, tetapi juga mendorong penggunaan bio pestisida yang lebih ramah lingkungan, seperti Agens Pengendali Hayati (APH). Bio pestisida ini berfungsi sebagai musuh alami yang dapat mengendalikan populasi hama secara alami tanpa merusak lingkungan.
Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan pengendalian hama terpadu yang berkelanjutan. “Kami ingin petani mulai terbiasa dengan pendekatan yang tidak selalu bergantung pada bahan kimia. Penggunaan APH ini selain efektif juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus melakukan monitoring di lapangan bersama, guna memastikan langkah pengendalian berjalan efektif. Edukasi dan sosialisasi kepada petani terkait identifikasi dini serangan hama serta cara penanganannya juga terus digalakkan. "Kami selalu berolaborasi antara petani dan pemerintah, diharapkan kerugian akibat serangan hama dapat diminimalkan, dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga," tandasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah