Trenggaleknjenggelek – Sektor perikanan di Kabupaten Trenggalek terus menunjukkan perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir. Berdasarkan data terbaru jumlah nelayan di kabupaten ini mencapai 9.788 orang pada tahun 2024.
Kepala Dinas Perikanan Tulungagung, Cusi Kurniawati mengatakan, jumlah nelayan masih jauh lebih dominan dibandingkan dengan pembudidaya ikan sebanyak 2.047 orang. Hal ini, sejalan dengan kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut. “Potensi laut kita memang lebih besar dibandingkan potensi budidaya di darat, sehingga wajar jika jumlah nelayan lebih banyak. Ini bisa dilihat dari kontribusi besar sektor tangkap terhadap produksi perikanan secara keseluruhan,” jelasnya.
Namun, Cusi juga mengakui bahwa hingga saat ini, produksi ikan laut belum mengalami peningkatan signifikan. Meskipun demikian, situasi ini ternyata memberi keuntungan tersendiri bagi para nelayan, terutama dari sisi harga jual ikan di pasaran. “Produksi laut memang belum banyak. Tapi justru itu membuat harga ikan tetap stabil dan cenderung bagus. Yang paling ditakutkan nelayan itu harga jatuh. Ketika hasil tangkapan tidak terlalu melimpah, harga justru bisa tetap tinggi karena permintaan tetap ada,” ujarnya.
Cusi menambahkan, dalam konteks pembudidaya ikan, meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan nelayan, sektor ini tetap memiliki kontribusi tersendiri, terutama untuk pasokan ikan air tawar dan jenis-jenis ikan konsumsi harian lainnya. Namun tantangan utama dalam budidaya adalah ketersediaan lahan, air bersih, dan kestabilan cuaca yang sering kali mengganggu proses budidaya. "Mayoritas masyarakat lebih tertarik dalam budidaya ikan lele, karena serapan distribusi yang paling stabil tiap tahunnya," terangnya.
Pihaknya terus mendorong penguatan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana prasarana seperti kapal, alat tangkap, dan benih ikan. "Dengan potensi laut yang besar, didukung oleh jumlah nelayan yang mendominasi dan harga ikan yang relatif stabil, sektor perikanan diperkirakan akan tetap menjadi penopang penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah," tandasnya.