Trenggaleknjenggelek — Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santa Maria Trenggalek pada perayaan Jumat Agung pada Jumat (17/4). Sekitar 220 hingga 230 umat Katolik hadir mengikuti rangkaian ibadat mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus yang menjadi bagian penting dalam pekan suci menjelang Paskah.
Ketua Stasi Gereja Santa Maria Trenggalek, Timothyus Elvin menyampaikan, ibadat Jumat Agung merupakan salah satu bagian dari rangkaian ibadat yang dimulai sejak Minggu sebelumnya melalui ibadat minggu Palma. “Minggu Palma adalah ibadat untuk mengenang masuknya Yesus ke kota Yerusalem yang membawa daun palma. Itu menjadi simbol penyambutan Yesus sebagai raja damai,” ujarnya.
Ibadat Minggu Palma menjadi tanda dimulainya pekan suci umat Katolik, yang kemudian berlanjut ke perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga puncaknya pada Minggu Paskah. "Pada Jumat Agung, umat diajak untuk merenungkan penderitaan dan pengorbanan Yesus demi keselamatan umat manusia," terangnya.
Elvin, sapaan akrabnya menambahkan, setelah melakukan ibadat Jumat Agung, umat akan melanjutkan rangkaian ibadat pada sabtu malam dengan perayaan Vigili Paskah, yang dikenal sebagai perayaan kebangkitan Yesus dari kematian. Keesokan harinya, pada minggu Paskah, diperkirakan akan ada sekitar 400 orang jemaat yang hadir. “Tahun ini kami juga akan kedatangan rombongan dari seluruh parokise Tulungagung-Trenggalek yang akan berkumpul di gereja Santa Maria sekitar 200 jemaat, sedangkan jemaah Trenggalek berkisar 230. Sehingga perayaan Paskah tahun ini dipastikan akan lebih meriah dan penuh sukacita,” tambahnya.
Dirinya berharap, dengan semangat kebersamaan dan toleransi, perayaan pekan suci di Gereja Santa Maria tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Trenggalek.
“Harapannya, umat semakin menyadari bahwa mereka adalah bagian dari gereja dan masyarakat. Melalui perayaan ini, kita semua diajak untuk semakin aktif dalam melakukan kebaikan, tidak hanya bagi sesama umat, tetapi juga lintas agama,” tutupnya.