Trenggaleknjenggelek – BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama tanah longsor, menyusul kejadian longsor yang terjadi di Kecamatan Kampak.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kampak pada Jumat (18/4/2025) mulai pukul 13.05 hingga 16.10 WIB menyebabkan tebing di RT 37 RW 12 Dusun Sentul, Desa Karangrejo longsor. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Sabtu pagi (19/4/2025) sekitar pukul 06.45 WIB, saat material longsor menimpa dinding dapur rumah milik Puji Lestarianto. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengatakan bahwa hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir meningkatkan risiko tanah longsor di sejumlah wilayah rawan. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada, terutama mereka yang bermukim di sekitar lereng bukit dan tebing.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat. Jika terdapat tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau pohon miring, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Triadi, Sabtu (19/4/2025).
Pasca kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan warga setempat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor dan memastikan situasi aman. Petugas juga memberikan himbauan kepada pemilik rumah untuk tetap siaga terhadap kemungkinan longsor susulan.
Menurut Triadi, upaya mitigasi bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. "Kami terus melakukan pemantauan di lapangan, namun kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi risiko bencana," tambahnya.
BPBD Trenggalek juga mengingatkan agar masyarakat melaporkan segera ke perangkat desa atau BPBD jika menemukan potensi ancaman bencana di sekitar tempat tinggalnya, agar dapat segera diambil langkah antisipatif.(jaz)
Editor : Zaki Jazai