Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Produk Ekspor Trenggalek Terkendala Kuantitas dan Kontinuitas

Wanda Asmah Khoiriyah • Minggu, 20 April 2025 | 01:00 WIB
Seorang pekerja sedang melakukan batik cap yang terkenal di Trenggalek
Seorang pekerja sedang melakukan batik cap yang terkenal di Trenggalek

Trenggaleknjenggelek - Pemkab Trenggalek melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) tengah berupaya untuk memaksimalkan potensi ekspor dari 20 komoditas unggulannya. Data terkini menunjukkan komoditas kecap, benih jagung, dan gelembung ikan menjadi tiga komoditas dengan ekspor terbesar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Saniran mengungkapkan, tiga komoditas tersebut memiliki potensi menjanjikan dan layak untuk terus dikembangkan. Meski demikian, ia menyoroti bahwa mayoritas pelaku usaha di Trenggalek masih melakukan ekspor dengan skema undername, yaitu menitipkan produk mereka melalui pihak lain yang memiliki izin ekspor.

 

“Banyak pelaku usaha yang tidak menggunakan nama usahanya sendiri, tapi menitip barang. Ada juga yang langsung mengirim, namun skalanya masih kecil-kecil,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Saniran menekankan tantangan utama dalam meningkatkan ekspor langsung dari Trenggalek terletak pada pemenuhan kuantitas dan kontinuitas produk. Persyaratan volume ekspor yang besar menjadi hambatan bagi sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Trenggalek untuk melakukan ekspor secara mandiri. "Justru tingkat kuantitas dan kontinuitas yg menjadi kendala. Karena ekspor jumlahnya harus besar," ujarnya. 

 

Menurutnya, baru terdapat dua perusahaan yang tercatat melakukan ekspor langsung dari Trenggalek, yaitu PT Admira dan Inhutani. Keberadaan kedua perusahaan ini diharapkan dapat menjadi pendorong dan memberikan contoh bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar ekspor. "Perlu dungan dalam hal peningkatan kapasitas produksi, standarisasi kualitas, serta fasilitasi akses pasar ekspor menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekspor daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (was) 

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#Kuantitas #terkendala #produk ekspor