Trenggaleknjenggelek – Pembangunan pasar pedesaan pandean sudah lebih dari enam tahun. Beberapa ruko dan lapak tampak berdebu dan lantai yang sudah tak terawat, bahkan dinding pasar sudah diselimuti lumut yang menandakan tempat tersebut belum juga dihuni.
Salah seorang pemilik warung kopi didepan halaman pasar, Aris mengatakan, pada 2019 pasar tersebut sempat digunakan, tak selang lama tempat tersebut ditutup karena adanya pandemi Covid-19. "Karena pandemi oleh pemerintah ditutup, tidak ada aktifitas berdagang hingga saat ini. Alhasil, pasar tersebut mangkrak," terangnya.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Desa Pandean, Suwarno mengungkapkan, kondisi tersebut diakibatkan karena perekonomian yang tidak menunjang. Pihaknya berupaya memperbaiki pasar yang dialihfungsikan menjadi tempat UMKM. "Kami telah menganggarkan pembangunan ruko BUMDes di sekitar pasar sebagai langkah untuk menggerakkan ekonomi desa," ujarnya.
Warno menambahkan, Kondisi ini berkaitan erat dengan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani. Mereka sangat bergantung pada hasil panen sebagai sumber utama penghidupan. Akibatnya, Pasar Pandean menjadi sepi, karena para pedagang lebih memilih berjualan di daerah dengan tingkat konsumsi yang lebih tinggi.
Meskipun pasar pedesaan sebelumnya telah dipermudah pengelolaannya, tetapi belum berjalan dengan baik. Saat ini, desa masih mengandalkan pasar malam yang rutin diadakan dua kali dalam setahun sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. "Kami sudah mencoba dengan membuat pasar malam, dengan menarik pedagang dan masyarakat untuk datang. Namun, tetap saja para pedagang tak mau berjualan di pasar tersebut," tambahnya.
Dengan adanya perbaikan infrastruktur dan pembangunan ruko BUMDes, pemerintah desa berharap perekonomian Desa Pandean bisa lebih berkembang dan pasar yang selama ini terbengkalai dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. "Kami ingin pasar pandean berkembang lagi. Untuk membangun UMKM lokal, dengan memperbaiki fasilitas yang ada agar bisa dimanfaatkan secara maksimal," tandasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah