Trenggaleknjenggelek – BMKG Stasiun Klimatologi Malang memperkirakan musim kemarau 2025 di Kabupaten Trenggalek akan dimulai pada bulan Mei. Kendati demikian, hingga pertengahan April ini, wilayah Trenggalek masih berada dalam periode musim hujan.
Prakirawan Cuaca Staklim Malang, Andang Kurniawan mengatakan, musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung dalam kategori normal, tanpa penyimpangan signifikan dari pola biasanya. "Kalau untuk Trenggalek, berdasarkan pantauan kami, musim kemarau belum terjadi, pada bulan ini masih musim hujan," ujarnya.
Andang menyebutkan, khusus wilayah selatan Trenggalek, diperkirakan akan lebih lama memasuki musim kemarau dibanding biasanya. Menurutnya, wilayah selatan memiliki curah hujan lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya karena kawasan yang dekat dengan pesisir. "Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, musim kemarau di wilayah selatan Trenggalek cenderung lebih lama, karena intensitas hujan lebih deras dan berlangsung lama. Tapi secara umum, seluruh wilayah Trenggalek diperkirakan akan mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei," jelasnya.
Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2025. BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan, agar lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. "Musim kemarau akan membawa penurunan curah hujan. Masyarakat perlu hemat air, terutama di wilayah-wilayah kapur yang sering terdampak kekeringan," ungkapnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa menjelang pergantian musim atau asa peralihan, biasanya terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini terjadi akibat udara yang lebih lembap. "Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada pertengahan tahun. Jadi, masyarakat sudah harus mulai lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan-lahan kering," pungkasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah