Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Semua Petani Terdaftar di Trenggalek Sudah Terima Pupuk Subsidi, Produksi Organik Mandiri Jadi Fokus

Wanda Asmah Khoiriyah • Rabu, 23 April 2025 | 01:00 WIB
Seorang petani sedang melakukan pemupukan di lahannya
Seorang petani sedang melakukan pemupukan di lahannya

Tenggaleknjenggelek - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek memastikan bahwa seluruh petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Serapan alokasi pupuk subsidi mendapatkan respon positif bagi petani yang memerlukan ketersediaan pupuk. 

Analis Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sudriati menyampaikan, hingga saat ini serapan pupuk organik bersubsidi di Kabupaten Trenggalek telah mencapai 235,5 ton. Sedangkan, pupuk anorganik seperti Urea dan NPK masih mendominasi serapan. Tercatat, Urea telah terserap sebanyak 3.279 ton, sedangkan NPK mencapai 2.745 ton. “Kalau petani yang sudah terdaftar di e-RDKK tentu sudah dapat jatah pupuk bersubsidi,” terangnya. 

 

Sudriati menambahkan, rendahnya angka serapan pupuk organik bukan berarti kebutuhan petani tidak terpenuhi. Menurutnya, sebagian petani sudah mulai berinisiatif memproduksi pupuk organik secara mandiri. "Kami sudah melaksanakan pelatihan dengan para petani mengenai proses pembuatan pupuk organik serta tersedianya bantuan alat pengolah pupuk organik di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Pupuk organik hasil produksi kelompok juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kelompok lain, menciptakan ekosistem pertanian yang saling mendukung dan berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek. Pihaknya memastikan bahwa kondisi ketersediaan beras dalam gudang berada pada angka yang sangat mencukupi. 

 

Pihaknya berharap, para petani dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menekan biaya produksi. Dengan begitu, petani tidak hanya bisa meningkatkan efisiensi usahatani, tetapi juga menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan aman dikonsumsi. “Harapannya, petani bisa membuat pupuk sendiri dan diaplikasikan pada tanamannya. Dengan begitu, tanaman lebih sehat untuk dikonsumsi dan bisa mengurangi biaya produksi sehingga pendapatan petani dapat meningkat,” tandasnya.

Editor : Wanda Asmah Khoiriyah
#trenggalek baby #pupuk subsidi #e RDKK #Dispertapan