Trenggaleknjenggelek – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek resmi memperpanjang batas waktu pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua hingga 25 April 2025. Kebijakan ini mengikuti instruksi dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI yang sebelumnya menetapkan tanggal 17 April sebagai batas akhir pelunasan.
Perpanjangan ini menjadi angin segar bagi para Calon Jemaah Haji (CJH) yang belum sempat menyelesaikan proses pelunasan. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Subkan Hamzah mengatakan, tambahan waktu ini memberi kesempatan kepada jemaah yang terkendala waktu atau administratif untuk segera menyelesaikan kewajiban pelunasan haji. "Kami bersyukur ada perpanjangan ini. Banyak jemaah yang memerlukan waktu tambahan, baik karena faktor finansial maupun teknis. Dengan ini mereka punya peluang lebih besar untuk berangkat,” jelasnya.
Hingga saat ini, ada 405 CJH dari Kabupaten Trenggalek tercatat telah melunasi Bipih. Meski begitu, jumlah tersebut sudah mencakup keseluruhan kuota CJH yang terdaftar. Di sisi lain, dari sekitar 66 CJH cadangan, baru sekitar 35 CJH rang yang telah menyelesaikan pelunasan.
Subkan menambahkan, adanya perpanjangan waktu ini juga berdampak pada mepetnya jadwal persiapan keberangkatan. Sesuai agenda nasional, seluruh CJH dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya pada 30 April 2025. Yang artinya, waktu yang tersisa untuk proses pascapelunasan seperti manasik haji, verifikasi data, dan distribusi perlengkapan menjadi semakin terbatas. “Waktu persiapan memang jadi makin sempit. Jadi kami masih menunggu sampai akhir pelunasan,” imbuhnya.
Guna memastikan seluruh CJH menyelesaikan pelunasan tepat waktu, Kemenag Trenggalek terus melakukan sosialisasi intensif. Imbauan disampaikan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan para penyuluh haji yang tersebar di berbagai kecamatan. "Kami tidak ingin ada jemaah yang gagal berangkat hanya karena tidak menyelesaikan pelunasan. Oleh karena itu, ia berharap jemaah segera mengambil tindakan sebelum batas waktu berakhir," terangnya.
Pihaknya mengimbau, dengan semakin dekatnya hari keberangkatan, para CJH diminta menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik secara spiritual dan fisik. “Ini bukan hanya perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan yang membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang prima,” tandasnya.