Trenggaleknjenggelek- Arca Durga Mahisasuramardini yang berada di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek kini telah kembali pulang.
Sebelumnya diketahui Arca Durga Mahisasuramardini sempat berada di Bogor lantaran dibawa oleh Eks Kapolres Trenggalek.
Keberadaannya di Bogor bulan tanpa alasan, Arca Durga Mahisasuramardini dibawa untuk mendapatkan restorasi.
"Pada awalnya, saya memang meminta tolong kepada eks Kapolres Trenggalek. Karena ia memiliki tim untuk menyempurnakan arca ini," jelas Kepala Desa Kamulan, Masruri.
Namun, hal tersebut justru menimbulkan perdebatan lantaran arca tersebut dibawa tanpa ada kelengkapan administrasi, sehingga harus diambil kembali.
Masruri menjelaskan bahwa dirinya telah mengambil arca tersebut di Bogor pada Selasa (22/4/2025) dan baru sampai di Trenggalek pada Rabu (23/4/2025).
"Jadi kemarin (Selasa, Red) saya mengambil di Polresta Bogor," sambungnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa diperkirakan proses restorasi seharusnya membutuhkan waktu selama empat bulan.
"Restorasi agak lama karena bahan. Kalau waktunya saya kurang tahu pasti, mungkin sekitar empat bulan," ungkapnya saat dikonfirmasi awak media.
Masruri mengatakan bahwa penemuan arca tersebut memang dalam keadaan tidak utuh.
"Karena ditemukan ya memang seperti itu. Jadi memang kepalanya (arca, red) hilang," tuturnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa rencana restorasi ini dilakukannya lantaran ingin arca tersebut sempurna.
Di sisi lain, Masruri mengaku telah mengirimkan proposal terkait recover peninggalan-peninggalan bersejarah ke Provinsi Jatim.
Tak sama seperti yang diberitakan sebelumnya, dirinya mengungkapkan bahwa keputusan untuk restorasi tersebut tidak diketahui oleh Bupati Trenggalek maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek.
"Dari bupati tidak ada (yang mengetahui, red). Dari dinas juga tidak ada. Jadi inisiatif saya sendiri," jelasnya.
Masruri juga menampik isu yang beredar bahwa arca tersebut dibawa ke Bogor untuk koleksi eks Kapolres Trenggalek. "Mohon maaf itu tidak benar," tegasnya. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri