Trenggaleknjenggelek – Di tengah kondisi pascapandemi COVID-19 yang semakin membaik, penggunaan swab test atau tes PCR tidak lagi menjadi syarat wajib dalam berbagai prosedur medis. Namun, ternyata masih ada sebagian kecil pasien yang tetap menjalani tes tersebut, terutama untuk kepentingan medis tertentu seperti operasi.
Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Soedomo, Timotheus Elfin Widijatmoko mengatakan, meski secara umum permintaan swab test sudah sangat jarang, beberapa pasien masih menjalani tes tersebut. "Kadang ada pemeriksaan swab test, biasanya dari pasien yang mau operasi THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)," ujarnya.
Elfin menambahkan, swab test yang dimaksud biasanya adalah tes PCR, dimana tes untuk mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 dalam tubuh. Selama masa pandemi, tes ini menjadi standar utama dalam deteksi COVID-19, namun seiring dengan berjalannya waktu dan meredanya kasus, penggunaannya semakin terbatas.
"Penentuan untuk melakukan tes swab sekarang lebih pada keputusan klinis. Artinya, dokter yang menangani akan melihat apakah pasien benar-benar membutuhkan tes tersebut berdasarkan kondisi dan jenis tindakan medis yang akan dilakukan," ungkapnya.
Dalam praktiknya, beberapa pasien yang akan menjalani operasi di bagian THT bisa saja menjalani tes swab jika ada indikasi yang mengarah pada infeksi atau kondisi yang berisiko. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pasien dan tim medis selama prosedur berlangsung, meskipun secara umum tidak lagi menjadi prosedur wajib.
"Tindakan operasi THT termasuk prosedur medis yang cukup sensitif karena melibatkan area saluran pernapasan atas, sehingga virus dapat mudah menyebar. Maka, beberapa dokter memilih melakukan tes swab untuk memastikan tidak ada infeksi aktif," terangnya.
Dengan menurunnya intensitas penggunaan swab test, fasilitas kesehatan kini lebih fokus pada pelayanan yang bersifat kuratif dan preventif berbasis kebutuhan nyata di lapangan. "Tes swab kini lebih difokuskan pada situasi klinis yang membutuhkan, bukan lagi sebagai prosedur rutin yang diberlakukan secara massal, serta masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," tandasnya