Trenggaleknjenggelek – Harga gabah dan beras yang diserap oleh bulog saat ini masih berada dalam kisaran stabil. Pembelian gabah dan beras dari petani dengan tetap mengedepankan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Rincian harga yang akan diserap oleh Bulog dengan mengacu pada standar kualitas tertentu. Untuk Gabah Kering Panen (GKP) yang dibeli langsung dari petani, harganya ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram, dengan syarat kadar air tidak melebihi 25 persen dan kandungan kotoran maksimal 10 persen. Sementara itu, GKP yang berasal dari penggilingan dihargai Rp 6.700 per kilogram, dengan ketentuan kualitas yang sama. "Bulog tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi sangat menekankan aspek kualitas untuk menjaga mutu cadangan beras pemerintah," ujar Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartono.
Baca Juga: Meski Pandemi Reda Tes Swab Masih Diminta
Kemudian, Yuli mengatakan, untuk standar kualitas beras yang akan diterima di gudang Bulog ditetapkan ketentuan meliputi derajat sosoh minimal mencapai 100 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan butir menir maksimal 2 persen. “Harga beras untuk di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp 12.000 perkilogram,” katanya.
Yuli juga menyebutkan, pihaknya aktif melakukan pengecekan kepada para petani dan pelaku usaha penggilingan padi di Trenggalek agar memahami kriteria yang ditetapkan Bulog. “Kami tidak hanya membeli, tapi juga mendampingi. Kami ingin petani tahu standar mutu yang kami butuhkan, supaya hasil panen mereka bisa kami serap dengan harga terbaik,” pungkasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanha upaya ini mampu membantu menjaga kestabilan harga pangan serta mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Trenggalek. "Melalui langkah ini, para petani bisa memahami standar mutu yang ditetapkan Bulog sehingga proses penyerapan dapat berjalan lancar dan hasil panen mereka memiliki nilai jual yang optimal," pungkasnya.
Editor : Wanda Asmah Khoiriyah