Trenggaleknjenggelek — Upaya mewujudkan lingkungan rendah karbon terus digencarkan Pemkab Trenggalek. Salah satu fokus utama adalah pengendalian emisi karbon dari sektor persampahan, khususnya yang dihasilkan dari praktik pembakaran sampah terbuka yang masih marak dilakukan masyarakat.
Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Fahmi Rizab Syamsudi mengatakan, pentingnya pengelolaan sampah dari hulu. Langkah ini dimulai dengan pengurangan sampah plastik, pemilahan antara sampah basah dan kering, hingga pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna seperti pupuk. “Emisi karbon dari pembakaran sampah terbuka harus dicegah. Maka pendekatannya tidak bisa hanya dari hilir, tapi harus dari hulu, yaitu bagaimana masyarakat mengelola sampah dari rumah,” terangnya.
Salah satu langkah penting yang terus dikembangkan adalah pendirian dan penguatan bank sampah. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 93 bank sampah aktif di 43 desa di Trenggalek. Bank sampah berfungsi tidak hanya sebagai tempat pengumpulan dan pengolahan sampah, tetapi juga sebagai wadah edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat.
Fahmi menambahkan, di wilayah pegunungan yang memiliki tantangan aksesibilitas, masyarakat didorong untuk mengelola sampah secara mandiri. Model pengolahan sederhana seperti komposter rumah tangga, pengolahan limbah dapur menjadi pupuk, hingga kerajinan dari limbah plastik mulai dikembangkan.
Meski begitu, masih banyak desa yang belum memiliki bank sampah atau sistem pengolahan sampah yang memadai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan desa rendah karbon secara merata di seluruh wilayah Trenggalek. "Hal tersebut masih menjadi tantangan untuk Trenggalek menuju net zero carbon. Perlu adanya kesadaran masyarakat dalam urusan kebersihan, terlebih lagi pada sampah," ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui kolaborasi antar instansi, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan, kesadaran dan partisipasi warga dalam mengelola sampah akan meningkat, sehingga target penurunan emisi karbon dari sektor limbah bisa tercapai. "Bank sampah tak hanya digunakan sebagai tempat memilah sampah organik dan non organik, tapi bermanfaat untuk mengolah sampah dengan bijak supaya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) ketersediaan lebih panjang," tandasnya.
Baca Juga: Watulimo Jadi Kontributor Besar Produksi Ikan Trenggalek 2024