Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

182 Objek Cagar Budaya di Trenggalek Masih Tercecer

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 28 April 2025 | 21:00 WIB
Salah satu pusaka yang menjadi benda bersejarah bagi Trenggalek dan sudah disimpan dengan baik.
Salah satu pusaka yang menjadi benda bersejarah bagi Trenggalek dan sudah disimpan dengan baik.

Trenggaleknjenggelek - Kabupaten Trenggalek memiliki ratusan objek diduga cagar budaya (OD CB) yang tersebar di berbagai wilayah. 

Namun hingga kini, sebagian besar dari benda bersejarah tersebut belum tersimpan di satu lokasi khusus dan masih tersebar di lingkungan masyarakat.

Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat ada 182 objek cagar budaya yang telah teridentifikasi.

Koleksi ini mencakup berbagai jenis, mulai dari benda bersejarah, bangunan kuno, situs, hingga struktur peninggalan masa lampau.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Agus Prasmono, mengungkapkan bahwa mayoritas objek cagar budaya tersebut belum sepenuhnya berada di bawah pengawasan pemerintah daerah. 

Banyak yang masih tersimpan di rumah warga, kantor desa, hingga kantor kecamatan.

“Untuk benda itu yang di disparbud, baru sebagian kecil. Sebagian besar masih tercecer,” kata Agus.

Agus menjelaskan, keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga warisan budaya tersebut. 

Hingga kini, Disparbud hanya mampu melakukan pemantauan rutin di lokasi masing-masing benda bersejarah tersebut.

“Sesuai data jumlahnya itu bertambah. Kondisinya bagus dan kami sudah angkat juru pelihara khusus untuk struktur cagar budaya. InsyaAllah terjaga,” jelasnya.

Namun demikian, kasus kehilangan benda cagar budaya kembali mencuat dan menimbulkan kekhawatiran. 

Salah satu nisan makam Ki Ageng Menak Sopal, tokoh pendiri Trenggalek, dilaporkan hilang dicuri sejak beberapa tahun lalu. 

Nisan itu sebelumnya berada di kompleks makam di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

Kalau melihat bekasnya di makam Menak Sopal itu dicopot, sedangkan di makam ibunya patah.

Hingga saat ini, keberadaan nisan tersebut belum diketahui. 

Kasus ini memperkuat kekhawatiran terhadap keamanan objek-objek cagar budaya yang belum diamankan secara memadai.

Selain itu, hilangnya sebuah arca yang diduga berbentuk Ganesa dari Kantor Kecamatan Bendungan juga masih menjadi tanda tanya. 

Baru-baru ini, pada tahun 2025, Arca Durga dari Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, juga sempat dipindahkan secara tidak resmi ke Bogor. 

Beruntung, setelah kasus tersebut viral, arca itu segera dikembalikan ke tempat asalnya.

Melihat situasi ini, Disparbud Trenggalek berharap ada pembangunan ruang penyimpanan khusus seperti museum daerah untuk menjaga dan melestarikan benda-benda bersejarah tersebut.

“Kami berharap bisa segera ada ruang penyimpanan khusus untuk benda cagar budaya. Karena potensi di Trenggalek ini cukup banyak dan perlu diamankan,” pungkas Agus. (kho)

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#arca #trenggalek #cagar budaya