Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Petani Trenggalek Mulai Mandiri Produksi Pupuk Organik, Serapan Subsidi Masih Rendah

Wanda Asmah Khoiriyah • Sabtu, 3 Mei 2025 | 22:58 WIB

Petani melakukan pemupukan di sawah.
Petani melakukan pemupukan di sawah.

Trenggeleknjenggelek – Serapan pupuk organik bersubsidi di Kabupaten Trenggalek hingga akhir April 2025 tercatat masih rendah. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) menyebut baru sekitar 235,5 ton pupuk organik yang diserap petani, jauh di bawah serapan pupuk subsidi Urea dan NPK yang masing-masing mencapai 3.279 ton dan 2.745 ton.

Namun, rendahnya angka ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan atau distribusi. Analis Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dispertapan Trenggalek, Sudriati, menjelaskan bahwa sebagian petani mulai beralih memproduksi pupuk organik secara mandiri.

"Kalau petani yang sudah terdaftar di e-RDKK tentu sudah dapat jatah pupuk bersubsidi. Tetapi untuk pupuk organik, sebagian memang memilih membuat sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Semua Petani Terdaftar di Trenggalek Sudah Terima Pupuk Subsidi, Produksi Organik Mandiri Jadi Fokus

Produksi pupuk organik mandiri ini didorong oleh berbagai pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan oleh Dispertapan kepada kelompok tani di seluruh kecamatan. Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan alat pengolah pupuk organik untuk mendukung langkah ini.

Menurut Sudriati, tren ini dinilai sebagai kemajuan positif dalam mendorong kemandirian dan efisiensi usahatani.

“Bagi kami ini merupakan langkah yang tepat, sebab selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, pupuk organik dinilai mampu meningkatkan kesehatan tanaman dan kualitas hasil panen,” jelasnya.

Baca Juga: Stok Pupuk Subsidi Mencapai 1,1 Juta Ton, Siap Penuhi Kebutuhan Musim Tanam II

Ia menambahkan, produksi pupuk organik secara kolektif di tingkat kelompok juga dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani lainnya, sehingga membentuk ekosistem pertanian yang saling mendukung dan berkelanjutan.

“Harapan kami, petani bisa membuat pupuk sendiri dan diaplikasikan pada tanamannya. Dengan begitu, tanaman lebih sehat untuk dikonsumsi dan bisa mengurangi biaya produksi sehingga pendapatan petani dapat meningkat,” tandasnya.

Baca Juga: Panen Padi Lebih Cepat dan Efisien, Keuntungan Petani Beralih ke Mesin Perontok

Dispertapan akan terus mendorong pola ini dengan memperluas edukasi dan fasilitasi alat produksi agar petani Trenggalek semakin mandiri dan lingkungan pertanian menjadi lebih lestari.(was/jaz)

Editor : Zaki Jazai
#serapan pupuk subsidi #trenggalek #Dispertapan #pupuk organik