Trenggaleknjenggelek-Kebakaran hebat melanda kawasan RT 07 RW 02, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Minggu dini hari (4/5/2025) sekitar pukul 02.08 WIB. Tiga tempat usaha milik warga hangus dilalap api. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Objek yang terbakar meliputi tempat usaha mebel milik Suwardi, gudang ban bekas milik Untung, serta dapur warung milik Didik. Luas area terdampak mencapai 224 meter persegi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek, Habib Solehudin, menyebut dugaan awal kebakaran disebabkan kelalaian saat pembakaran sampah.
“Berdasarkan kronologi yang kami terima, pada Sabtu sore (3/5/2025) sekitar pukul 16.00, pemilik gudang ban, Bapak Untung, membakar sampah di belakang rumah. Api sempat dipadamkan pukul 17.00, namun diduga masih menyisakan bara,” ujarnya.
Sekitar pukul 01.50 WIB, api mulai membesar dan membakar gudang serta bangunan di sekitarnya. Seorang warga, Soib, yang mendengar suara seperti kayu terbakar, langsung mengecek dan mendapati api sudah berkobar. Ia segera meminta tolong. Tak berselang lama, Diana Kartika, warga lainnya, melaporkan kejadian tersebut ke Mako Damkar.
Petugas Satpol PPK Trenggalek menerima laporan pukul 02.08 WIB dan segera bergerak ke lokasi. Armada tiba pukul 02.14 WIB dan langsung melakukan pemadaman.
“Petugas kami bergerak cepat dan proses pemadaman selesai sekitar pukul 03.30 WIB,” terang Habib.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi ini, dibantu unsur Tagana dan masyarakat sekitar. Dua unit armada digunakan—satu mobil pemadam dan satu mobil water supply. Sebanyak 22 ribu liter air disemprotkan untuk mengendalikan api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak Damkar mencatat aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp 800 juta, terdiri dari satu rumah, tiga ruko, dua mobil, dan tiga sepeda motor.
Satpol PPK mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah di lingkungan padat penduduk. “Kami mengingatkan agar pembakaran sampah dilakukan dengan pengawasan ketat, apalagi saat musim kemarau,” pungkasnya. (kho/jaz)