Trenggaleknjenggelek– PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung berbagai program pemerintah daerah. Salah satunya adalah launching Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Pasar Pon yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Bertempat di kawasan Pasar Pon, launching Zona KHAS ini menjadi bagian dari Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan oleh Pemkab Trenggalek berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Zona KHAS menghadirkan berbagai makanan khas Trenggalek seperti alen-alen, jenang, kripik tempe, pecel pincuk, dan aneka jajanan pasar. Semua produk di zona ini telah bersertifikat halal dan lolos uji kelayakan pangan, menjadikannya sentra kuliner yang aman dan sehat bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM Riza Damanik,Perwakilan Bank Indonesia (BI), Pemimpin Bank Jatim cabang trenggalek , VP Kredit Mikro Bank Jatim,vDirektur Permodalan Nasional Madani (PNM), DPR RI Komisi VII Novita Hardini.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan bahwa Zona KHAS adalah strategi nyata pembangunan ekonomi yang inklusif.
“Zona KHAS adalah wujud komitmen kami dalam memajukan UMKM lokal yang tidak hanya unggul dari rasa, tapi juga memenuhi standar halal, aman, dan sehat,” kata Mas Ipin.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. “Langkah ini sejalan dengan upaya memperluas ekosistem ekonomi syariah dan mendorong UMKM naik kelas,” ujarnya.
Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM Riza Damanik menilai Zona KHAS sebagai model praktik baik yang bisa diterapkan di daerah lain. “Integrasi UMKM ke dalam pasar halal global seperti ini adalah langkah penting,” katanya.
Bank Jatim akan terus mengambil peran penting dalam membantu pelaku UMKM melalui berbagai program. Mulai dari pembiayaan, pemasaran, pendampingan, hingga fasilitasi. Semua itu dilakukan demi meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan pasar