Trenggaleknjenggelek – Sebanyak 2.200 ton stok beras di Gudang Bulog Kabupaten Trenggalek tak tersentuh. Pasalnya, belum tersalurkan hingga pertengahan Mei 2025 ini. Meski dalam jumlah besar, beras tersebut masih utuh dan belum dialokasikan untuk program apapun.
Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Yuli Hartono mengungkapkan bahwa seluruh stok beras yang ada saat ini belum digunakan dan masih berada dalam kondisi siap pakai.
“Masih belum digunakan, seluruh stok masih utuh dan belum dialokasikan untuk keperluan apapun,” ujarnya.
Stok beras tersebut merupakan cadangan yang disiapkan untuk kebutuhan masyarakat Trenggalek dalam berbagai situasi, mulai dari bantuan pangan hingga operasi pasar murah. Yuli menambahkan, secara total jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama satu tahun ke depan.
“Kami yakin ketersediaan beras dalam gudang saat ini berada pada angka yang sangat mencukupi. Jika dibutuhkan sewaktu-waktu, stok sudah tersedia dan siap disalurkan,” tambahnya.
Belum tersalurkannya stok beras juga menjadi perhatian tersendiri, terutama dalam konteks stabilisasi harga dan penyaluran bantuan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Pihak Bulog menyatakan siap menyalurkan cadangan tersebut bila terjadi lonjakan harga atau permintaan tinggi menjelang hari-hari besar keagamaan dan libur nasional.
Dengan posisi cadangan yang belum tersentuh, Bulog Trenggalek memastikan kesiapan penuh untuk mendukung program pangan dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“Ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa beras sebagai kebutuhan pokok tetap dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkas Yuli.(jaz)
Sumber : Trenggaleknjenggelek