Trenggaleknjenggelek - Bayangkan, kamu sedang duduk santai di rumah, menikmati secangkir kopi, lalu tiba-tiba pintu diketuk oleh seseorang yg disebut "wartawan bodrek".
Wartawan bodrek adalah sebutan untuk wartawan yang lebih sibuk meminta-minta uang daripada menulis berita yang berkualitas.
Seakan-akan tugas utama mereka bukan meliput fakta, tapi "menjual" berita demi keuntungan pribadi.
Di depan pintu, dia mengenakan jas, membawa kamera (meskipun bukan yang profesional), dan menawarkan “promosi spesial” untuk berita desa yang ingin kamu tampilkan.
Namun, ada satu syarat: “Pak, Ibu, kalau mau berita ini muncul di media kami, bisa bantu kami dengan sedikit biaya, ya?”
Di sinilah letak masalahnya. Ternyata, orang yang mengaku wartawan itu hanyalah sales berita dengan taktik pemerasan.
Seperti barang dagangan yang harganya jauh lebih mahal daripada kualitasnya, begitu juga dengan berita yang mereka “tawarkan”.
Itulah yang terjadi di Desa Suren Lor, Trenggalek. Kepala desa di sana menjadi korban pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan bodrek.
Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Perokok Pasif: Apa yang Perlu Kamu Ketahui?
Modus Wartawan Bodrek: Sales Berita dengan Harga Fantastis
Jadi, bagaimana ceritanya para kepala desa bisa tertipu? Ternyata, para pelaku ini menggunakan trik yang sangat pintar, tapi sangat licik.
Mereka mengaku sebagai wartawan dan meminta sejumlah uang dengan dalih untuk “mengamankan pemberitaan” terkait desa tersebut.
Sudah jelas, modus seperti ini sangat mirip dengan cara sales yang menawarkan produk dengan harga tinggi, padahal kualitasnya jauh dari harapan.
Kasus di Desa Suren Lor ini cukup mencengangkan. Tiga orang yang mengaku wartawan ini berhasil diperas hingga meraup uang sebesar Rp 5 juta dari kepala desa.
Dan yang lebih ironisnya, sebelumnya mereka sudah meminta uang sebesar Rp 20 juta!
Bayangkan, mereka seperti salesman berita yang menjual produk (berita) yang tidak ada nilainya, tapi tetap meminta harga yang tinggi. Lucu, bukan? Atau lebih tepatnya, miris.
Baca Juga: Berapa Lama Mata Panda Akan Hilang? Fakta yang Perlu Kamu Ketahui
Kenapa Desa Bisa Tertipu?
Jadi, kenapa para kepala desa ini bisa jatuh dalam perangkap wartawan bodrek? Bisa jadi karena mereka tidak mengenali ciri-ciri wartawan yang benar.
Para pelaku ini pintar memainkan peran dan memanfaatkan ketidaktahuan atau kebingungannya.
Mereka tahu bahwa tidak semua orang di desa itu bisa membedakan antara wartawan asli dan wartawan abal-abal.
Desa-desa memang sering menjadi sasaran empuk bagi oknum seperti ini. Mungkin ada anggapan bahwa "berita dari media" itu selalu aman.
Padahal wartawan sejati tidak pernah meminta uang untuk “mengamankan” pemberitaan. Inilah yang menjadi celah bagi para pemeras untuk memanfaatkan situasi.
Tips Agar Tidak Tertipu: Jadi “Pembeli” Berita yang Cerdas
Jangan sampai kamu jadi korban pemerasan berita yang harganya jauh lebih mahal dari kualitasnya. Berikut beberapa tips agar tidak tertipu oleh wartawan bodrek:
- Cek Media yang Dikenalkan
Wartawan sejati pasti akan menunjukkan identitas yang jelas dan media tempat mereka bekerja. Jangan ragu untuk memeriksa media mereka secara online dan mencari tahu apakah mereka benar-benar terdaftar. - Tanya, Tanyakan Lagi
Jangan malu untuk bertanya. Jika seorang wartawan meminta uang untuk "mengamankan berita", itu sudah jelas tanda-tanda peringatan. Wartawan yang profesional tidak pernah meminta uang dalam bentuk apa pun. - Waspada Terhadap Sales Berita
Wartawan bukan sales yang menawarkan barang dengan harga tinggi. Jika kamu merasa ada yang tidak beres, lebih baik curiga. Jangan ragu untuk melaporkan kepada pihak berwenang.
Jangan Terjebak dalam "Promo Berita" Bodrek
Seperti halnya kita tidak akan membeli barang yang tidak jelas kualitasnya, begitu pula dengan berita.
Jangan tertipu oleh wartawan bodrek yang menjual berita dengan harga mahal, tapi kosong isinya.
Desa perlu lebih hati-hati dan cerdas dalam menghadapi para “sales berita” ini agar tidak menjadi korban pemerasan.
Jadi, mari tetap waspada, dan jangan biarkan berita yang seharusnya menyegarkan malah membuat dompetmu semakin tipis. (sun)