Trenggaleknjenggelek – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat sedikitnya tiga jenis bencana terjadi dalam rentang waktu 15 hingga 18 Mei 2025.
Ketiga kejadian tersebut meliputi tanah longsor, cuaca ekstrem, dan banjir yang tersebar di lima kecamatan dan 11 desa/kelurahan.
Kepala BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa total terdapat empat kejadian tanah longsor serta empat kejadian cuaca ekstrem.
Selain itu, tiga kejadian banjir yang berdampak ringan namun perlu penanganan cepat untuk mencegah gangguan lebih lanjut terhadap aktivitas warga.
“Tim gabungan langsung bergerak di lapangan bersama stakeholder terkait. Penanganan darurat kami lakukan untuk membersihkan material longsor dan pohon tumbang, sekaligus distribusi logistik bagi warga terdampak,” ujar Triadi dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2025).
Di Kecamatan Munjungan, longsor terjadi di tiga titik berbeda. Salah satunya di Dusun Weru, Desa Ngulungkulon, di mana tanah longsor menimpa kamar mandi milik warga dan menyebabkan jebolnya dinding sepanjang dua meter.
Sementara di Kecamatan Pule, longsor di Desa Puyung merobohkan dinding rumah warga bernama Samiyo.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Watulimo, di mana tembok dapur rumah milik warga di Desa Tasikmadu jebol akibat longsor pada 15 Mei 2025.
Sedangkan di Kecamatan Trenggalek, material longsor menutup sebagian badan jalan di Desa Sumberdadi, menghambat akses lalu lintas warga.
Cuaca ekstrem juga memicu beberapa insiden seperti pohon tumbang di sejumlah titik.
Di Kecamatan Bendungan, pohon sengon berukuran besar menutup Jalan Raya Bendungan.
Sedangkan di Kecamatan Durenan, angin kencang menimpa tiang penerangan jalan dan menutup akses jalan di Desa Pandean.
Kecamatan Suruh dan Trenggalek turut terdampak cuaca ekstrem, dengan kejadian pohon tumbang di badan jalan dan halaman rumah warga.
Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Trenggalek, tepatnya di Desa Ngares.
Air sungai meluap hingga ketinggian 10–50 cm, menggenangi jalan-jalan dan menyebabkan kemacetan serta risiko keselamatan bagi pengguna jalan.
“Sejauh ini dampak dari bencana tersebut tergolong ringan, yakni kerusakan pada lima rumah dan gangguan jalan. Namun kami tetap mengantisipasi adanya cuaca susulan,” jelas Triadi.
BPBD Trenggalek juga telah melakukan asesmen lapangan, pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak, dan memastikan penanganan pascabencana sesuai standar mitigasi yang berlaku. (kho)