Trenggaleknjenggelek - Pemdes Munjungan begitu getol mempertahankan eksistensi kearifan lokal. Bahkan sebagai bentuk rasa syukur, mereka mengadakan acara bersih desa bertajuk Seloan Agung. Warga pun antusias untuk menghadiri acara tersebut hingga tuntas.
Ratusan warga Desa Munjungan tumpah ruah mengikuti rangkaian acara Bersih Desa, yang dikenal dengan sebutan Seloan Agung, yang digelar pada 9-16 Mei.
Tradisi ini diadakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki, keselamatan, dan kedamaian yang telah diterima oleh masyarakat Munjungan.
Acara dibuka dengan ziarah ke makam leluhur yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan halalbihalal di Balai Desa Munjungan, yang menjadi ajang mempererat tali silaturahmi.
Baca Juga: Rentetan Bencana Landa Trenggalek, BPBD Tangani 3 Kejadian Sekaligus di Lima Kecamatan
Kepala Desa Munjungan, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa Bersih Desa merupakan warisan leluhur yang tidak hanya sakral, tetapi juga menjadi perekat sosial antarwarga.
“Tradisi ini mencerminkan gotong royong dan penghormatan kepada leluhur. Kita ingin generasi muda memahami bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara Pembukaan Bazar pada Senin (12/5). Agenda ini dibuka Plt Kepala Dinas Komidag Trenggalek, Misran S.Sos. Bazar ini menjadi tempat promosi produk lokal sekaligus hiburan rakyat.
Tak kalah menarik, pada Rabu (14/5), warga disuguhi penampilan Reog Ponorogo, sumbangan dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, sebagai bentuk sinergi budaya antardaerah.
Sebelumnya, malam Selasa dan Rabu diisi dengan pentas kreativitas seni dari tiap dusun dan lembaga pendidikan TK/SD se-Desa Munjungan yang menampilkan seni tradisional dan Islami.
Baca Juga: BPBD Trenggalek Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Ngares
Acara puncak digelar Kamis malam Jumat, 15 Mei 2025, yang ditandai dengan penutupan dan penyerahan gunungan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto.
Puncak malam itu dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Suwanto, dalang lokal dari Munjungan.
Serta menghadirkan bintang tamu Cak Yudho Bakiak dan Kiki Karisma dari Tulungagung yang sukses menarik antusias warga.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah kecamatan, Seloan Agung Munjungan 2025 sukses digelar dan menjadi momentum untuk meneguhkan jati diri budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Semangat kebersamaan dan kearifan lokal diharapkan terus lestari untuk generasi mendatang,” kata Agus. (bim/c1/rka)
Editor : Mohammad Bima Faisal Mirza