Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Aliran Sungai Temon Bergeser, BPBD Trenggalek Kerahkan Alat Berat

Dharaka R. Perdana • Selasa, 20 Mei 2025 | 00:45 WIB

Alat berat dikerahkan untuk menata tanggul Sungai Temon yang jebol. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Alat berat dikerahkan untuk menata tanggul Sungai Temon yang jebol. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Meningkatnya debit air Sungai Temon di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek pada Sabtu (17/5) malam ternyata berdampak luar biasa.

Sangking derasnya debit air dari hulu membuat tanggul Sungai Temon di utara Trenggalek itu jebol.

Baca Juga: Tanggul Jebol, Banjir Rendam Permukiman Warga di Desa Tawing Munjungan

Alhasil aliran air Sungai Temon yang tidak jauh dari pusat kota Trenggalek tersebut berpindah ke sekitar pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek St Triadi Atmono mengatakan, sementara waktu kondisi pemukiman warga di sekitar Sungai Temon lebih kondusif dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Rentetan Bencana Landa Trenggalek, BPBD Tangani 3 Kejadian Sekaligus di Lima Kecamatan

Hanya saja, area sungai masih perlu dinormalisasi karena sebelumnya jebol diterjang aliran sungai yang deras.

"Kondisi saat ini masih terkendali, namun semua tetap harus waspada," katanya saat ditemui di lokasi Senin (19/5/2025).

Baca Juga: Tebing Longsor Tutup Total Akses Jalan di Munjungan Trenggalek

Menurut dia, jebolnya tanggul di Sungai Temon memang bisa mengancam pemukiman warga di sekitarnya.

Apalagi sungai di pegunungan ini terkenal memiliki arus yag deras saat intensitas hujan meningkat.

Baca Juga: BPBD Trenggalek Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Ngares

Sehingga keselamatan warga bisa terancam jika tidak ada tindak lanjut untuk menata tanggul sungai.

"Makanya hari ini (kemarin) kami berkoordinasi dengan BBWS Brantas untuk mengerahkan alat berat ke lokasi," tambahnya.

Triadi, -sapaan akrabnya melanjutkan, alat berat ini diharapkan bisa menormalisasi aliran Sungai Temon yang rusak pasca air bah melanda.

Apalagi kondisi aliran sungai sekarang melintasi depan pemukiman warga. Jika sewaktu-waktu hujan deras mengguyur, air bisa langsung menghantam rumah dan membahayakan keselamatan warga.

"Semoga proses penataan tanggul bisa segera rampung agar masyarakat merasa lebih aman," ujarnya.

Disinggung untuk upaya lain, pihaknya pun langsung membuat tenda pengungsian di lokasi yang tidak jauh dari pemukiman. Namun kontur tanahnya lebih tinggi dari permukaan sungai.

Sehingga sewaktu-waktu, masyarakat di sekitar Sungai Temon yang kebanjiran bisa langsung mengungsi. "Kami pun tetap bersiaga dengan berkoordinasi dengan pihak desa," tegasnya.

Pantauan di lapangan, area di sekitar Sungai Temon berubah menjadi padang batu. Bahkan perlu perjuangan tersendiri untuk menuju lokasi tersebut jika nekat naik sepeda motor. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sungai temon #trenggalek #Normalisasi