Trenggaleknjenggelek – Saat bencana datang atau pelaku kejahatan kabur, anjing pelacak sering jadi andalan tim kepolisian dan tim SAR.
Bukan sekadar hewan biasa, mereka adalah pahlawan berkaki empat yang terlatih khusus untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan hukum.
Nah, berikut ini lima fakta menarik tentang anjing pelacak yang perlu kamu tahu!
1. Bisa Menangkap Penjahat, Bahkan Saat Berlari
Jangan remehkan kekuatan anjing pelacak! Mereka sudah dilatih untuk tahu kapan seseorang berbahaya dan siap bertindak atas perintah pawangnya.
Kalau ada penjahat yang mencoba kabur, anjing pelacak bisa mengejarnya dan menggigit untuk menghentikan pelarian.
Tugas ini bukan main-main—mereka bahkan rela mempertaruhkan nyawa ketika berhadapan dengan pelaku bersenjata.
2. Bukan Semua Anjing Bisa Jadi Pelacak
Meski semua anjing punya naluri berburu, tak semuanya cocok jadi pelacak.
Ras yang paling sering digunakan antara lain Belgian Malinois, German Shepherd, dan Dutch Shepherd.
Jenis-jenis ini dipilih karena kecerdasannya, kekuatan fisiknya, dan naluri menggembalanya yang kuat—semua kualitas penting untuk bertugas di lapangan.
3. Indra Penciumannya Super Tajam
Anjing pelacak punya indra penciuman yang luar biasa—mereka bisa mencium aroma yang tak terdeteksi manusia.
Bayangkan saja, mereka punya sekitar 225 juta reseptor aroma, sementara manusia cuma punya 5 juta!
Itulah sebabnya mereka bisa melacak orang hilang atau menemukan barang bukti yang tersembunyi, bahkan di tempat sulit sekalipun.
4. Bisa Mencium Obat Terlarang hingga Bahan Peledak
Tak cuma untuk kejar-kejaran, anjing pelacak juga dilatih untuk mengenali bau narkoba, senjata, hingga bahan peledak.
Mereka sering diterjunkan di bandara, pelabuhan, atau perbatasan.
Dengan satu kali cium, mereka bisa bantu petugas menemukan benda-benda berbahaya yang disembunyikan di tempat tak terduga.
5. Turut Beraksi dalam Misi Pencarian dan Penyelamatan
Mereka bukan cuma mitra polisi, tapi juga sahabat para penyelamat.
Dalam bencana seperti longsor atau gempa, anjing pelacak bisa membantu menemukan korban yang tertimbun.
Mereka bisa mengikuti aroma manusia dari jarak berkilo-kilo meter.
Karena itulah mereka sering dikerahkan dalam misi SAR untuk mencari orang hilang—seperti yang dilakukan di Trenggalek baru-baru ini.
Kehadiran dua anjing pelacak dalam misi evakuasi korban longsor di Desa Depok, Trenggalek bukan sekadar pelengkap.
Mereka adalah bagian penting dari tim yang berjuang di medan sulit demi menemukan korban yang belum ditemukan. (kho)