Trenggaleknjenggelek - Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kecamatan Dongko, Trenggalek, yang sejak Senin malam (19/5) diguyur hujan deras nonstop. Akibatnya, berbagai dampak lanjutan pun muncul seperti banjir, longsor, hingga pemadaman listrik di beberapa RT. Salah satu penyebab utama gangguan listrik ini adalah robohnya gardu atau tiang listrik di RT 06, RW 01, Desa Ngerdani yang menutup akses jalan dan memicu pemadaman meluas.
Baca Juga: Jalan Tertutup akibat Gardu Listrik Roboh di Desa Ngerdani, Warga Terpaksa Putar Balik
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas curah hujan di kawasan selatan Jawa Timur sejak pekan lalu memang menunjukkan peningkatan signifikan. BMKG mencatat adanya awan konvektif besar yang memicu hujan deras dengan durasi lebih dari enam jam di beberapa kecamatan.
Kondisi tanah yang labil akibat hujan berhari-hari mempercepat potensi longsor ringan dan memperburuk struktur penopang infrastruktur seperti tiang listrik. Hal ini dibenarkan oleh pihak PLN. Dalam rilisnya, PLN menyebut bahwa faktor alam seperti hujan ekstrem dan tanah bergerak menjadi penyebab robohnya tiang distribusi di Dongko, menyebabkan gangguan pada jaringan dan memaksa mereka melakukan pemadaman demi keselamatan warga.
Baca Juga: Hujan Deras dan Pemadaman Listrik, Warga Dongko Mengeluh
Efek domino pun terjadi. Akses jalan warga terputus karena tiang roboh menutup badan jalan. Warga tak hanya kesulitan mobilitas, tetapi juga terputus dari informasi karena listrik padam dan sinyal melemah. Beberapa warga mengaku belum bisa menyalakan alat komunikasi dan mengandalkan lilin atau lampu emergency sejak malam.
"Sudah gelap dari tadi malam. HP mati, anak-anak susah tidur karena panas dan nyamuk," ujar warga setempat, Dwi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa cuaca ekstrem tidak hanya soal genangan air, tapi bisa menjalar pada krisis infrastruktur dan komunikasi. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama PLN dan BMKG diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini, serta memperbaiki kualitas infrastruktur listrik di daerah rawan bencana. (sun)