Trenggaleknjenggelek - Trenggalek kembali diterpa bencana tanah longsor. Hujan lebat yang mengguyur wilayah ini selama sepekan terakhir menyebabkan sedikitnya 34 titik longsor tersebar di berbagai kecamatan.
Data dari BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat bahwa 19 desa di 9 kecamatan mengalami dampak langsung akibat bencana ini.
Baca Juga: Beragam Penyakit Mengintai Pasca Banjir, Begini Saran Dinas Kesehatan Trenggalek
Kenapa Trenggalek Rawan Longsor?
Tanah longsor bukan hal baru di wilayah ini. Trenggalek memiliki kontur tanah yang labil dan curam, apalagi ketika diguyur hujan terus-menerus.
Kombinasi antara intensitas hujan tinggi dan kondisi geografis membuat bencana tanah longsor seolah menjadi “langganan” tahunan.
Menurut BPBD, fenomena ini tergolong sebagai bencana hidrometeorologi basah, yaitu bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem seperti hujan deras dalam waktu lama.
Selain longsor, ancaman lain seperti banjir dan gelombang tinggi juga mengintai wilayah sekitar.
Baca Juga: Terdampak Longsor di Trenggalek, 26 Warga Diungsikan ke Paseban Desa Depok
Daerah Terdampak Terparah
Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain:
- Panggul
- Dongko
- Kampak
- Munjungan
- Watulimo
- Tugu
- Karangan
- Suruh
- Gandusari
Di titik-titik tersebut, longsor mengakibatkan rumah rusak, akses jalan terputus, serta ancaman terhadap keselamatan jiwa dan harta benda. Data sementara menunjukkan:
- 26 rumah terdampak
- 7 rumah rusak ringan
- 1 rumah rusak berat
- 3 fasilitas umum terdampak
- 3 titik talud jebol
Baca Juga: Efek Domino Cuaca Ekstrem: Dari Hujan Deras sampai Listrik Padam
Langkah Penanganan dan Respons Cepat
BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan telah melakukan upaya pembersihan dan evakuasi. Prioritas utama adalah pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, serta pengamanan warga di lokasi rawan susulan.
Selain itu, bantuan logistik juga mulai disalurkan ke desa-desa yang sulit dijangkau. Pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak provinsi dan pusat untuk mempercepat pemulihan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya yang tinggal di lereng bukit atau daerah rawan. Musim hujan belum berakhir, dan potensi longsor masih bisa terjadi. (sun)