Hari Ketiga Penyisiran, Tim Gabungan Kembali Belum Temukan Korban Longsor di Depok Trenggalek
Zaki Jazai• Kamis, 22 Mei 2025 | 01:30 WIB
Tim Sar gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban longsor
Trenggaleknjenggelek – Memasuki hari ketiga, upaya pencarian enam korban tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, masih belum membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta para relawan kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik longsor, Rabu (21/5/2025), namun hingga sore hari belum ada korban yang berhasil ditemukan.
Kegiatan pencarian diawali dengan apel bersama di Lapangan Bumdes Bangkit Prima Desa Depok, guna menyamakan persepsi dan strategi di lapangan. Fokus operasi kemanusiaan hari ini adalah pencarian korban serta pembukaan dan normalisasi jalur yang tertutup material longsor.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Malik, menyampaikan bahwa upaya hari ini turut melibatkan satuan anjing pelacak (K9) dari Polda Jatim dan BKSDA Malang sebagai dukungan pencarian.
“Hari ini anjing pelacak dari K9 sudah kita datangkan untuk membantu pencarian korban,” ujarnya.
Meski pencarian dilakukan dengan metode bertahap dan menyeluruh, hasilnya masih nihil. Ridwan menegaskan pentingnya menjaga keselamatan seluruh personel di tengah medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu.
“Perhatikan tanda bahaya peluit dari komando. Apabila keadaan darurat, segera tinggalkan lokasi dan mencari daerah aman,” pesannya.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, juga mengungkapkan bahwa akses jalan menuju titik longsor masih menjadi hambatan utama. Hal ini membuat tim harus membatasi jumlah personel yang diturunkan ke lapangan.
“Sardog K9 bantuan dari BKSDA Malang dan Polda Jatim sudah kita terjunkan. Tetap perhatikan keselamatan diri masing-masing,” tegas Didit.
Meski hasil masih nihil, tim gabungan berkomitmen melanjutkan operasi pencarian dengan pendekatan lebih strategis dan berhati-hati. Proses evakuasi diperkirakan akan terus berlangsung selama kondisi memungkinkan dan potensi longsor susulan bisa diminimalisir.(jaz)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu'ti memberikan support kepada keluarga korban kecelakaan Purworejo. BERDESAKAN: Ratusan mahasiswa UTM saat berunjuk rasa di kantor PN Bangkalan Rabu (21/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM) Editor : Zaki Jazai