Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gubernur Jatim Janji Bangun Rumah Permanen untuk Korban Longsor Trenggalek

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 22 Mei 2025 | 07:41 WIB
Gubernur Jatim janjikan rumah permanen bagi korban longsor di Trenggalek.
Gubernur Jatim janjikan rumah permanen bagi korban longsor di Trenggalek.

Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan membangun rumah permanen bagi warga terdampak longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. 

Janji tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi pengungsian korban terdampak longsor, Rabu malam (21/5/2025).

Dalam kunjungannya, Khofifah mengatakan bahwa Pemprov Jatim siap membangun hunian baru asal Pemerintah Kabupaten Trenggalek dapat menyediakan lahan yang aman dan bebas dari potensi bencana longsor.

“Kalau ada lahan yang aman dan disiapkan oleh Pemkab Trenggalek, insyaallah rumah bisa segera kami bangun,” ujar Khofifah.

Ia menekankan pentingnya percepatan proses relokasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan. 

Baca Juga: Anjing Pelacak Berhasil Temukan Tiga Titik Dugaan Lokasi Korban Tertimbun Longsor di Trenggalek

Khofifah meminta pemkab untuk segera mengidentifikasi zona yang benar-benar aman dari risiko tanah longsor agar hunian baru tidak kembali terdampak bencana.

“Lahan yang rawan tentu harus dihindari. Kami butuh titik yang benar-benar aman agar tidak terdampak bencana di masa depan,” tegasnya.

Khofifah menambahkan bahwa skema relokasi semacam ini pernah dilakukan di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, yang juga pernah terdampak bencana tanah bergerak. 

Saat itu, Pemprov Jatim menghibahkan lahan milik provinsi untuk keperluan relokasi warga terdampak.

“Kalau lahannya milik provinsi bisa lebih sederhana prosesnya. Kalau di sini ada lahan milik daerah, prosesnya juga bisa lebih cepat,” jelasnya.

Seperti diketahui, longsor terjadi pada Senin (19/5/2025) dan menyebabkan 26 warga mengungsi ke tempat aman. 

Hingga kini, enam warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Berdasarkan dari hasil pencarian dengan anjing pelacak, terdapat tiga titik yang didalamnya diduga ada korban longsor yang hilang.

Mereka diduga tertimbun material longsor dengan kedalaman hingga 10 meter. (kho)

GANGGUAN: Teknisi melihat trafo yang terletak di lingkungan IBS PKMKK di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, kemarin.
GANGGUAN: Teknisi melihat trafo yang terletak di lingkungan IBS PKMKK di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, kemarin.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#rumah permanen #gubernur jatim #longsor