TRENGGALEK NJENGGELEK - Dua korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek yang ditemukan pada Kamis (22/5/2025) akhirnya dimakamkan hari ini Jumat (23/5/2025) pagi sekitar pukul 08.30.
Mesinem dan Yatemi yang menjadi korban tanah longsor di desa yang berada di pegunungan utara Trenggalek ini dimakamkan dalam satu liang lahat.
Baca Juga: Bencana di Trenggalek Tak Hentikan Langkah Babinsa Jadi Tombak Ketahanan Pangan
Kepala Desa Depok Sugeng Asmoro mengatakan, pemakaman dua korban tersebut memang baru bisa dilakukan pagi ini.
Padahal rencananya langsung dilakukan usai ditemukan pada Kamis sore, namun tertunda karena hujan deras.
Baca Juga: Identitas Dua Korban Longsor Trenggalek yang Ditemukan di Hari Keempat Pencarian
“Seharusnya pemakaman dilakukan kemarin sore, namun tertunda karena hujan deras,” katanya kepada awak media.
Sugeng berharap proses pencarian hari ini bisa membuahkan hasil kembali dan empat korban yang tersisa bisa ditemukan.
Baca Juga: Cuaca Mendung Selimuti Trenggalek, Warga Diimbau Waspadai Potensi Bencana
“Pencarian untuk empat korban lainnya terus dilakukan, semoga bisa segera ditemukan,” tambahnya.
Sekadar mengingatkan, tebing setinggi belasan meter longsor dan menimbun tiga rumah di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan pada Senin (19/5) lalu.
Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Trenggalek, Santunan hingga Rp 25 Juta
Akibatnya enam warga dari satu keluarga dinyatakan hilang tertimbun material longsor.
Mereka adalah Mesinem, Nitih, Tulus, Yatini, Yetemi, dan Torik yang masih balita.
Proses pencarian sudah dilakukan sejak hari pertama, meskipun sempat terhalang akses tertutup dan medan yang berat.
Hingga akhirnya tim SAR gabungan menggunakan anjing pelacak dan bisa mengendus lokasi yang diduga menjadi keberadaan para korban. ****