Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tradisi Nyadran Dam Bagong Tetap Khidmat Meski Tanpa Kehadiran Bupati Trenggalek

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 23 Mei 2025 | 17:23 WIB
Prosesi Nyadran Dam Bagong dengan ziarah ke Makam Ki Ageng Menak Sopal di Trenggalek.
Prosesi Nyadran Dam Bagong dengan ziarah ke Makam Ki Ageng Menak Sopal di Trenggalek.

Trenggaleknjenggelek – Meski tanpa kehadiran Bupati Trenggalek karena agenda di Jakarta, pelaksanaan tradisi Nyadran Dam Bagong tahun ini tetap berlangsung khidmat, Jumat (23/5/2025).

Masyarakat secara mandiri menggelar ritual Nyadran Dam Bagong sebagai wujud rasa syukur sekaligus pengharapan akan keselamatan dan kesejahteraan di tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Trenggalek yang berhalangan hadir secara langsung dalam acara Nyadran Dam Bagong.

“Insyaallah tahun depan beliau bisa hadir kembali dalam acara bersih Dam Bagong,” ucap Sunyoto.

Menurutnya, ritual bersih Dam Bagong bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan selama satu tahun terakhir.

Selain itu, adat ini dilakukan sebagai permohonan agar Trenggalek terhindar dari mara bahaya di masa mendatang.

Tradisi ini juga semakin bermakna di tengah ujian bencana yang tengah melanda sebagian wilayah Trenggalek.

“Meskipun hari ini Tuhan memberikan cobaan berupa hujan yang menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor, semangat masyarakat tetap tidak surut. Tradisi ini justru menjadi momentum doa bersama agar Trenggalek dijauhkan dari segala bala,” terang Sunyoto.

Bersih Dam Bagong juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal, tokoh yang dikenal sebagai perintis sistem irigasi Dam Bagong.

Semangat perjuangan dan gotong royong yang diwariskan oleh Menak Sopal diharapkan tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

“Adat ini lahir dari kehendak masyarakat dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Hari ini saya menyaksikan masyarakat semakin mandiri. Tanpa banyak dukungan pemerintah, mereka tetap mampu menjalankan tradisi ini dengan baik. Kuncinya adalah gotong royong,” jelas Sunyoto.

Ia menambahkan, pelestarian adat seperti Nyadran Dam Bagong adalah salah satu bentuk ketahanan budaya masyarakat Trenggalek.

Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur menjadi simbol kekuatan sosial yang tak tergantikan.

“Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi kita semua dalam merawat adat bersih Dam Bagong ini,” pungkasnya. (kho)

Ilustrasi pelaksanaan tahapan CAT CPNS
Ilustrasi pelaksanaan tahapan CAT CPNS
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#bupati trenggalek #Bersih Dam Bagong #Nyadran Dam Bagong