Trenggaleknjenggelek – Upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, memasuki hari kelima, Jumat (23/5/2025).
Sejak pagi, ratusan personel gabungan dari berbagai unsur telah dikerahkan untuk melanjutkan proses pencarian korban longsor.
Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menegaskan bahwa fokus utama pencarian kali ini adalah menemukan empat korban longsor yang masih dinyatakan hilang.
“Untuk hari ini kita fokus pencarian empat orang korban lainnya. Semoga dengan ikhtiar dan doa kita bersama bisa segera ditemukan,” ujar Herlinarto.
Sebagai bentuk optimalisasi pencarian, tim SAR kembali menurunkan empat unit anjing pelacak K9 dari Polda Jawa Timur dan SAR Dog Malang.
Kehadiran tim K9 ini diharapkan dapat mempercepat deteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor.
“Total ada 135 personel yang kita libatkan. Dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan juga empat unit anjing pelacak dari K9 Polda Jatim dan SAR Dog,” imbuhnya.
Secara teknis, operasi pencarian terbagi menjadi dua tim. Tim pertama berada di titik longsor utama di bawah komando Basarnas.
Sementara itu, tim kedua difokuskan untuk menormalisasi jalur evakuasi dari bawah hingga ke lokasi longsoran dengan koordinasi BPBD Trenggalek.
Pihak kepolisian juga mengingatkan seluruh tim untuk tetap waspada terhadap potensi tanah bergerak dan longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih labil.
Diketahui, longsor yang terjadi pada Senin (19/5/2025) telah merusak sepuluh rumah warga.
Dua korban, yakni Yatemi (65) dan Mesinem (82), berhasil ditemukan dan dimakamkan pada Jumat pagi.
Sementara empat korban lainnya masih dalam proses pencarian. (kho)
Editor : Akhmad Nur Khoiri