TRENGGALEK NJENGGELEK - Proses pencarian empat korban yang tertimbun tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, masih belum menunjukkan hasil.
Hingga Jumat sore (22/5), tim SAR gabungan dari beberapa instansi dari dalam dan luar Trenggalek terus melakukan evakuasi di titik utama tanah longsor, namun belum menemukan korban secara fisik.
Baca Juga: Tim SAR Tetap Kerahkan Anjing Pelacak di Lokasi Longsor Trenggalek pada Hari Kelima Pencarian
Bencana tanah longsor Trenggalek ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan Bendungan sejak awal pekan.
Material tanah longsor menimbun beberapa rumah warga, dan hingga kini empat orang masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Dua Korban Longsor di Depok Trenggalek Dimakamkan Pagi Ini di Satu Liang Lahat
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menjelaskan bahwa pencarian korban longsor dilakukan dengan bantuan alat berat.
Namun, upaya ini sempat terkendala kerusakan mesin alat berat, yang menyebabkan proses evakuasi tertunda.
Baca Juga: Pemkab Trenggalek Salurkan Bantuan Kepada Korban Tanah Longsor di Kecamatan Bendungan
“Pencarian fokus pada titik yang paling mungkin sesuai analisa lokasi sebelum kejadian. Meski alat berat sempat bermasalah, kini sudah beroperasi kembali,” kata AKBP Ridwan.
Cuaca buruk menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang turun membuat tanah di sekitar lokasi longsor kembali labil, sehingga pencarian sempat dihentikan sementara untuk alasan keselamatan.
Baca Juga: Emil Dardak Pastikan Penanganan Longsor Trenggalek Masuk Prioritas, Korban Hilang Masih Dicari
Meski demikian, tim SAR, relawan, TNI, Polri, dan BPBD Trenggalek tetap siaga penuh.
Selama proses pencarian, tim menemukan potongan pakaian dan barang berharga milik korban, seperti uang tunai.
Bau menyengat yang sempat tercium di beberapa titik mengindikasikan kemungkinan keberadaan korban di bawah timbunan, namun belum diketemukan secara fisik.
Sekadar mengingatkan peristiwa tanah longsor yang terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek pada Senin (19/5/2025) lalu membuat 6 orang hilang.
Setelah dilakukan beberapa hari pencarian, dua korban yakni Mesinem dan Yatemi ditemukan tak bernyawa dan sudah dimakamkan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana