Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Trenggalek Diterjang 58 Kejadian Bencana dalam 11 Hari, 7 Warga Meninggal Dunia

Akhmad Nur Khoiri • Minggu, 25 Mei 2025 | 20:45 WIB
Kepala BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono saat menunjukkan data bencana di Trenggalek sepekan terakhir.
Kepala BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono saat menunjukkan data bencana di Trenggalek sepekan terakhir.

Trenggaleknjenggelek – Kabupaten Trenggalek kembali dihadapkan pada rentetan bencana hidrometeorologi selama periode 14 hingga 25 Mei 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat total 58 kejadian bencana di 78 titik lokasi yang tersebar di 13 kecamatan dan 51 desa/kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi yang terjadi selama lebih dari sepekan menjadi pemicu utama tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

“Dalam periode tersebut, terdapat 34 kejadian tanah longsor atau gerakan tanah, 20 titik banjir, dan 4 peristiwa cuaca ekstrem. Semua ini akibat cuaca ekstrem yang berlangsung cukup panjang di wilayah Trenggalek,” jelasnya, Sabtu (25/5/2025).

Triadi merinci, dampak bencana kali ini cukup luas. Tercatat 60 rumah rusak ringan, 2 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat.

Selain kerusakan pada permukiman, bencana juga merusak infrastruktur penting, seperti jalan, jembatan, sekolah, saluran irigasi, dan talud penahan tanah.

Lebih lanjut, ia menyebut sebanyak 7 orang warga meninggal dunia, yakni 6 korban akibat longsor dan 1 karena banjir.

Satu sekolah mengalami kerusakan berat, dan beberapa fasilitas umum lainnya juga terdampak.

“Ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba dapat berdampak besar, baik secara material maupun korban jiwa,” ungkapnya.

Wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak tercatat di Kecamatan Panggul dengan 10 titik longsor, disusul Munjungan dengan 8 titik, serta Bendungan dengan kombinasi 4 kejadian longsor, 4 banjir, dan 1 cuaca ekstrem.

Kecamatan Gandusari dan Trenggalek juga masuk dalam daftar wilayah rawan dengan masing-masing mencatat 4 titik banjir selama periode pemantauan.

Menurut Triadi, BPBD bersama lintas sektor, termasuk TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa terus melakukan langkah-langkah cepat.

Langkah yang dilakukan adalah proses evakuasi, pembersihan material longsor, distribusi logistik, serta pendirian dapur umum di beberapa lokasi terdampak.

“BPBD juga terus melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan merata. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena kondisi cuaca di Trenggalek masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” tutupnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#bencana #meninggal dunia #trenggalek