Trenggaleknjenggelek – Proses pembersihan material longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek terus berlangsung intensif pasca ditemukan seluruh korban bencana. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan menuju rumah warga yang terdampak dan menyiapkan lahan relokasi bagi korban yang rumahnya tertimbun.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa alat berat dari BPBD dan Kodim Trenggalek dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan dan pengerukan lahan calon relokasi.
“Alat berat sangat membantu mempercepat pemulihan. Kami bekerja sama dengan Kodim untuk membuka akses jalan desa dan mempersiapkan lahan relokasi. Ini penting agar warga bisa kembali beraktivitas dan memulai proses rekonstruksi,” terang Triadi, Senin (26/5/2025).
Jalan desa menjadi salah satu titik prioritas karena tertimbun material longsor yang cukup tebal. Pemulihan akses ini dinilai krusial untuk mobilitas warga dan distribusi logistik.
Hingga Minggu malam (25/5/2025), tercatat masih ada 11 warga yang mengungsi di Pos Lapangan Desa Depok. Mereka mendapatkan bantuan logistik serta dukungan psikologis dari tim relawan dan pemerintah setempat.
“Pemulihan tidak hanya soal fisik, tapi juga psikologis. Warga yang mengungsi kami dampingi agar bisa bangkit secara mental. Ini bagian dari komitmen kami dalam pemulihan pasca bencana,” tambah Triadi.
Proses pembersihan dan pengerjaan lahan relokasi dipastikan terus berlangsung hingga tuntas. Pemerintah setempat bersama tim relawan berkomitmen untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman setelah bencana longsor yang merenggut enam nyawa ini.
BPBD Trenggalek menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi. “Kita akan terus bersama warga Desa Depok sampai pemulihan ini benar-benar selesai,” pungkas Triadi.(jaz)
Editor : Zaki Jazai