Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Trenggalek Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 27 Mei 2025 | 20:12 WIB
Kondisi kesehatan hewan ternak di Pasar Hewan jelang hari raya Idul Adha.
Kondisi kesehatan hewan ternak di Pasar Hewan jelang hari raya Idul Adha.

Trenggaleknjenggelek – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek menyiapkan serangkaian langkah antisipatif untuk memastikan kesehatan hewan kurban.

Pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari pasar hewan hingga lokasi penampungan dan pemotongan hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ririn Hari Setiani, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar hewan guna memastikan tidak ada ternak sakit yang diperjualbelikan.

“Selama pemantauan, ternak yang dijual dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan hewan sakit di lapak pedagang,” ungkap Ririn, Senin (19/5/2025).

Ia menambahkan, mulai 22 Mei 2025 mendatang, Dinas Peternakan akan menurunkan tim pemeriksa ke seluruh kecamatan di Trenggalek.

Tugas tim ini tak hanya melakukan pengecekan, namun juga siap melayani permintaan pemeriksaan hewan kurban dari masjid atau mushola.

“Tim pemeriksa akan aktif di 14 kecamatan. Kalau masyarakat ingin hewan kurbannya diperiksa, bisa langsung hubungi kami,” terangnya.

Ririn juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap dua penyakit yang masih menjadi ancaman bagi hewan ternak, yaitu penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

Meskipun kasus PMK tidak sebanyak tahun lalu, keberadaannya tetap harus diantisipasi, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang kembali melanda.

“PMK memang tidak sebanyak awal 2024, tapi tetap ada. Cuaca ekstrem seperti sekarang juga berpotensi memicu munculnya kembali penyakit,” jelasnya.

Langkah pengawasan juga menyasar penampungan ternak berskala besar dan rumah potong hewan (RPH).

Menurut Ririn, pemeriksaan dilakukan dua tahap, yakni antemortem sebelum disembelih dan postmortem setelah hewan dipotong, demi menjamin kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat.

Ia juga menyinggung soal cacing hati yang masih kerap ditemukan pada hewan kurban.

Jika ditemukan bagian hati yang terinfeksi, maka organ tersebut wajib dimusnahkan.

“Bagian hati yang terkena cacing harus dibuang. Telurnya tidak akan mati meskipun dipanaskan dengan suhu tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, harga hewan kurban di pasaran terpantau masih stabil.

Tidak ada lonjakan harga yang signifikan menjelang Idul Adha tahun ini.

“Untuk harga ternak masih stabil, belum ada kenaikan,” pungkas Ririn.

Dinas Peternakan memastikan bahwa wilayah Trenggalek saat ini dalam kondisi aman dari wabah hewan menular dan tidak termasuk dalam zona pembatasan distribusi ternak.

“Alhamdulillah Trenggalek aman. Insyaallah tetap dalam kondisi terkendali,” tutupnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Dinas Peternakan #trenggalek #hewan kurban #idul adha