TRENGGALEK NJENGGELEK - 100 kepala keluarga (KK) lebih di Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek kini dalam kondisi waswas.
Alasannya daerah tempat tinggal mereka yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota Trenggalek itu terdampak bencana tanah gerak yang mengancam.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Dorong Relokasi Warga Longsor ke Hunian Permanen yang Lebih Aman
Pantauan di lokasi Selasa (27/5), retakan tanah sudah terlihat di lahan-lahan milik warga, bahkan yang paling parah tanah warga ada yang ambles lebih dari 1,5 meter.
Parahnya lahan atau pekarangan yang mengalami tanah gerak tersebut berada di atas pemukiman warga.
Baca Juga: 11 Warga Depok Bendungan Masih Mengungsi, Pasca Ditemukannya Enam Korban Longsor
Hal tersebut membuat warga khawatir akan terjadinya tanah longsor saat hujan deras mengguyur Desa Dawuhan.
Kepala Desa Dawuhan, Kasanudin menuturkan ada lima rukun tetangga (RT) yang rawan terdampak tanah longsor. Yaitu RT 4, 13, 14, 15, dan 16. "Tapi yang paling parah dan memprihatinkan itu di RT 15 dan 16," ungkapnya.
Baca Juga: Alat Berat Kodim Bantu BPBD Trenggalek Bersihkan Material Longsor di Desa Depok
Di dua RT tersebut retakan tanah mulai terjadi di mana-mana bahkan lahan warga seluas lebih dari 1 hektare juga tidak luput dari dampak tanah gerak.
"Berlangsungnya (retakan) sudah lama, tapi yang sampai ambles itu pada 22 Mei lalu," lanjutnya.
Baca Juga: DPC PKB dan Fraksi PKB DPRD Trenggalek Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Depok, Bendungan
Melihat hal tersebut, pemerintah desa setempat mengimbau warga untuk mengungsi terutama saat hujan deras mengguyur desa setempat.
Meskipun sebenarnya dia tidak menampik jika sebelumnya warga terdampak enggan mengamankan diri ke pengungsian.
"Alhamdulillah dulu tidak mau mengungsi sekarang mau mengungsi di beberapa titik salah satunya balai desa, ada 101 KK atau lebih dari 300 jiwa yang mengungsi saat hujan deras turun," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana