Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengapa Trenggalek Masih Diguyur Hujan Meski Sudah Memasuki Musim Kemarau, Simak Penjelasan BMKG

Zaki Jazai • Minggu, 1 Juni 2025 | 21:10 WIB
Masyarakat Trenggalek berkendara saat hujan
Masyarakat Trenggalek berkendara saat hujan

Trenggaleknjenggelek – Meskipun secara umum wilayah Indonesia telah memasuki awal musim kemarau, hujan masih kerap mengguyur sejumlah kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini merupakan hal yang wajar terjadi di masa peralihan atau pancaroba.

Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan bahwa Trenggalek belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Wilayah ini masih berada dalam masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yang ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Selama masa pancaroba, cuaca umumnya bersifat dinamis dan ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi, terutama pada sore dan malam hari,” tulis BMKG dalam pernyataannya.

Selain faktor transisi musim, BMKG juga mencatat adanya gangguan atmosfer skala global dan regional yang turut mempengaruhi kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk Trenggalek. Fenomena gelombang ekuatorial seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) disebut mendukung pembentukan awan-awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

Aktivitas MJO dan gelombang ekuatorial lainnya meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Awan konvektif jenis Cumulonimbus yang terbentuk sejak pagi hari akibat pemanasan permukaan dapat menyebabkan hujan deras dalam durasi singkat, disertai angin kencang dan petir.

BMKG mengimbau masyarakat Trenggalek untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Warga juga diminta untuk terus memperhatikan informasi prakiraan cuaca terkini dari BMKG.

Dengan demikian bisa diartikan cuaca pancaroba memang sulit diprediksi secara kasat mata. Karena itu, informasi cuaca harian sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. 

Musim kemarau diperkirakan akan mulai berlangsung secara lebih merata di Trenggalek dalam beberapa pekan ke depan. Namun hingga saat itu tiba, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca yang masih fluktuatif.(jaz) 

 

 

 

 

Editor : Zaki Jazai
#hujan #bmkg #trenggalek